SUSUR SUNGAI: Tim Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Sukabumi menyisir area rawan banjir limpasan di Kampung Ciseureuh Kelurahan Karangtengah Kecanatan Gunungpuyuh, Minggu (21/6/2026).(MI/Benny Bastiandi)
KONDISI tandus saat ini di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dimanfaatkan pemerintah wilayah setempat menormalisasi aliran-aliran sungai. Upayanya dilakukan dengan membersihkan saluran-saluran air dari tumpukan sampah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengaku terus mengintensifkan upaya penyisiran aliran-aliran sungai di beragam lokasi. Terutama di aliran sungai nan cukup rawan berpotensi banjir limpasan.
"Di tengah musim kemarau saat ini, kami optimalkan petugas di lapangan menyisir satu per satu aliran-aliran sungai. Kita mitigasi dengan langkah membersihkan dari tumpukan-tumpukan sampah nan bisa menyumbat aliran air," kata Yoseph, Minggu (21/6).
Yoseph menuturkan, upaya memitigasi potensi musibah tetap dilakukan. Sebab, memandang kondisi sekarang, tandus tetap diselingi hujan meskipun intensitasnya tidak setinggi sebelumnya.
"Musim boleh berganti, tapi kewaspadaan jangan sampai kendor. Tak hanya mewaspadai kekeringan akibat kemarau, kami juga mewaspadai potensi banjir limpasan lantaran hujan tetap terjadi," jelasnya.
Setiap kali memitigasi, lanjut Yoseph, para petugas di lapangan juga mengedukasi masyarakat agar menjaga lingkungan. Terutama tidak membudayakan membuang sampah ke aliran sungai.
"Sampah nan kita buang sembarangan hari ini bakal jadi musibah banjir di kemudian hari," pungkasnya. (BB/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·