Dewan Pakar Hoegeng Awards Bicara Tantangan Polisi Lindungi Kelompok Rentan

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina menegaskan pentingnya peran abdi negara kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan golongan rentan lainnya. Menurutnya, meningkatnya kompleksitas tindak pidana saat ini menuntut polisi mempunyai kompetensi nan lebih luas.

Hal itu disampaikan Putu Elvina dalam malam puncak Hoegeng Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa di Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (31/7/2026). Ia mengatakan golongan rentan merupakan bagian masyarakat nan memerlukan perhatian unik lantaran mempunyai kerentanan secara fisik, psikologis, maupun struktural.

"Kalau kita bicara tentang polisi pelindung perempuan, anak, dan golongan rentan, tentu kita tahu bahwa terdapat beberapa golongan masyarakat nan dikategorikan sebagai golongan rentan, baik secara fisik, psikologis, maupun struktural," kata Putu, nan juga Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memaparkan, berasas info Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 8,5 persen masyarakat Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Selain itu, sekitar 10-12 persen merupakan golongan lanjut usia (lansia), sedangkan sekitar 30 persen lainnya adalah wanita dan anak.

Menurut Putu, kondisi tersebut menunjukkan besarnya golongan masyarakat nan memerlukan perlindungan unik dari negara, termasuk melalui penegakan norma nan berpihak kepada korban.

Ia menilai tantangan perlindungan terhadap golongan rentan semakin besar seiring meningkatnya beragam corak kejahatan, mulai dari kekerasan seksual, perdagangan orang (TPPO), eksploitasi, hingga beragam corak kekerasan lainnya.

"Kondisi saat ini menempatkan golongan rentan tersebut tidak berada dalam kondisi nan beruntung. Meningkatnya kompleksitas tindak pidana seperti kekerasan seksual, perdagangan orang, eksploitasi, dan kekerasan tentu memerlukan kapabilitas abdi negara dengan kompleksitas dan kompetensi nan multidisiplin serta pendekatan nan berorientasi pada korban," ujarnya.

Karena itu, Putu menekankan profesionalisme abdi negara penegak norma menjadi aspek utama untuk memastikan perlindungan terhadap golongan rentan melangkah efektif. Menurutnya, abdi negara tidak hanya dituntut bisa menegakkan hukum, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan bagi para korban.

"Profesionalisme aparat, khususnya mengenai perlindungan perempuan, anak, dan golongan rentan, menjadi kunci dalam penegakan norma nan transparan, akuntabel, serta bisa memberikan perlindungan nan efektif dan berkeadilan bagi korban," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Putu juga menyampaikan apresiasi kepada para nomine Hoegeng Awards 2026. Ia menilai para kandidat telah menunjukkan dedikasi dalam menghadirkan pelayanan kepolisian nan humanis dan berpihak kepada masyarakat, khususnya golongan rentan.

"Bapak-Ibu para nomine terus membuktikan untuk menjadi bagian dari upaya perlindungan tersebut," pungkasnya.

Diketahui, Kanit 1 Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Sulawesi Tengah, AKP Siti Elminawati, meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak (PPA). Dia pernah membongkar kasus pemerkosaan anak oleh 11 orang di Parigi Moutong hingga kasus perdagangan anak.

Tentang Hoegeng Awards

Hoegeng Awards merupakan program kerjasama detikcom dan Polri untuk memberikan apresiasi kepada para polisi teladan nan menunjukkan dedikasi, integritas, dan pengabdian dalam menjalankan tugas.

Pada Hoegeng Awards 2026, penghargaan diberikan dalam lima kategori, ialah Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.

Rangkaian Hoegeng Awards 2026 diawali dengan penjaringan usulan polisi teladan dari masyarakat nan berjalan pada 27 Januari hingga 2 April 2026. Selama periode tersebut, masyarakat mengirimkan lebih dari 9.000 usulan nama polisi dari beragam wilayah di Indonesia.

Dari banyaknya usulan itu, tim panitia Hoegeng Awards 2026 melakukan verifikasi dan seleksi awal. Nama-nama nan lolos verifikasi dan seleksi tim panitia kemudian diserahkan ke Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, ialah Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., Anggota Kompolnas Gufron Mabruri, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi. Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., MM dan Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 melakukan sejumlah rapat hingga akhirnya memilih nominasi kandidat di masing-masing kategori. Uji publik juga digelar sejak Kamis, 7 Mei 2026 hingga Jumat, 22 Mei 2026. Dalam tahap ini, detikcom menjaring masukan dari masyarakat mengenai para kandidat.

(azh/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News