Ganda putra Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan usai menjadi runner-up Makau Terbuka(X @INABadminton)
GANDA putra bulu tangkis Indonesia, Devin Artha Wahyudi dan Ali Faathir Rayhan, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai runner-up di arena Makau Terbuka 2026. Meski belum sukses menaiki podium tertinggi, pencapaian ini menjadi tonggak sejarah bagi keduanya lantaran merupakan final pertama mereka di level BWF World Tour Super 300.
Pada partai puncak nan berjalan Minggu (22/6/2026), Devin/Faathir kudu mengakui kelebihan pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Lee Jongmin, melalui pertarungan sengit tiga gim.
Kendati sempat memimpin di awal laga, pasangan Indonesia ini mengakui bahwa masalah konsentrasi menjadi aspek penentu kegagalan mereka mempertahankan keunggulan.
Jalannya Pertandingan: Momentum nan Hilang
Devin/Faathir sebenarnya memulai laga dengan sangat menjanjikan. Mereka sukses mengamankan gim pertama dengan skor 21-18. Memasuki gim kedua, kekuasaan pasangan Indonesia bersambung hingga unggul jauh 11-6 pada interval dan sempat memperlebar jarak menjadi 15-10.
Namun, situasi berbalik ketika pasangan Korea Selatan mulai mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Kehilangan konsentrasi di poin-poin kritis membikin Devin/Faathir tersusul pada skor 19-19 hingga akhirnya kalah 19-21.
Di gim penentuan, Jin/Lee tampil lebih dominan dan menekan, sementara Devin/Faathir kesulitan keluar dari tekanan dan menyerah 10-21.
Hasil Pertandingan Final Macau Open 2026 (Ganda Putra):
| Devin Artha Wahyudi / Ali Faathir Rayhan (INA) | 21 | 19 | 10 |
| Jin Yong / Lee Jongmin (KOR) | 18 | 21 | 21 |
Evaluasi dan Pekerjaan Rumah
Ali Faathir Rayhan mengungkapkan bahwa pertimbangan terbesar bagi mereka adalah menjaga konsistensi konsentrasi saat sudah berada dalam posisi unggul.
"Untuk ke depannya pertimbangan kami nan krusial fokusnya dulu, lantaran kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul," ujar Faathir dalam keterangan resminya.
Senada dengan rekannya, Devin Artha Wahyudi menyoroti aspek ketenangan di lapangan. Ia menilai musuh tampil lebih stabil secara mental, baik saat tertinggal maupun saat memimpin poin.
"Kendala kami tadi, lenyap konsentrasi dan kurang tenang saat terkejar. Lawan unggul di kuat dan tahan di lapangan serta lebih tenang," ungkap Devin.
Meskipun kudu puas dengan posisi kedua, keberhasilan menembus final turnamen kelas Super 300 ini menjadi modal berbobot bagi pasangan muda Indonesia ini untuk menghadapi turnamen-turnamen internasional mendatang dengan kematangan mental nan lebih baik. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·