Bapanas Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan Lewat Kolaborasi Multipihak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, JAKARTA, – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) melalui sinergi multipihak untuk menekan pemborosan, memanfaatkan pangan berlebih, dan memperluas akses pangan layak konsumsi bagi masyarakat. Langkah ini diambil menyusul pertentangan antara banyaknya makanan layak konsumsi nan terbuang dengan tetap adanya masyarakat nan memerlukan akses pangan cukup dan bergizi.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menyampaikan perihal tersebut dalam keterangan di Jakarta, Minggu. Ia menekankan bahwa setiap hari, tidak sedikit makanan nan tetap layak konsumsi berhujung menjadi sampah, sementara di sisi lain tetap banyak masyarakat nan memerlukan akses pangan nan cukup dan bergizi.

"Semangat ini nan kami bawa dalam pertemuan koordinasi bertema 'Penguatan Kolaborasi Multipihak dalam Pencegahan dan Pengurangan Sisa Pangan melalui Implementasi Stop Boros Pangan di Sulawesi Selatan' nan diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Nita.

Lima Strategi Utama Bapanas

Nita menjelaskan lima strategi utama nan terus didorong Bapanas dalam pengamanan pangan. Strategi tersebut meliputi penguatan konsepsi dan kerangka kerja pengamanan pangan, penguatan kebijakan, penerapan tindakan pengamanan pangan, pengembangan kerjasama multipihak, serta sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

"Penanganan sisa pangan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kerjasama nan kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar pangan berlebih nan tetap layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal," tegas Nita.

Komitmen pemerintah wilayah terhadap pengamanan pangan terus menguat. Hingga saat ini tercatat 17 provinsi dan 54 kabupaten/kota telah mempunyai petunjuk maupun surat info kepala wilayah sebagai corak support terhadap aktivitas selamatkan pangan, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan.

Dukungan Fasilitas dan Kolaborasi di Sulawesi Selatan

Sebagai corak support terhadap penguatan aktivitas pengamanan pangan, Sulawesi Selatan pada tahun 2026 menjadi salah satu wilayah penerima faedah mobil pengamanan pangan. "Kami minta akomodasi ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan sektor swasta maupun organisasi sehingga semakin banyak pangan berlebih nan dapat diselamatkan dan disalurkan kepada masyarakat," kata Nita.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan, Kemal Redindo Syahrul Putra, mengatakan keberhasilan pengamanan pangan memerlukan sinergi pentahelix nan melibatkan pemerintah, bumi usaha, akademisi, komunitas, dan media. Pihaknya menggandeng beragam mitra seperti Baznas, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dalam menjalankan program pengamanan pangan di Sulawesi Selatan.

"Kolaborasi menjadi kunci dalam pengamanan pangan. Tidak ada satu pihak pun nan bisa bekerja sendiri," ujar Kemal. Ia menambahkan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam setiap proses pengamanan pangan. Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan mempunyai akomodasi mobil dan laboratorium keamanan pangan serta cold storage nan dapat dimanfaatkan berbareng mitra perhotelan dan restoran untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan sebelum didistribusikan.

Peran Komunitas dalam Kampanye Penyelamatan Pangan

Wakil Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan, Suzana, mengatakan pihaknya telah menjalankan kampanye pengamanan pangan selama lima tahun terakhir melalui program Ego to Eco dengan tagline 'Makan Habis Tanpa Sisa' dan 'Cegah Sebelum Menjadi Sampah'. Kampanye ini dilakukan melalui pemasangan poster di hotel, restoran, kafe, dan sekarang juga di wihara-wihara.

"Melalui pemasangan poster di hotel, restoran, kafe, dan sekarang juga di wihara-wihara, kami terus membujuk masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi pangan. Pencegahan kudu dilakukan sebelum pangan berhujung menjadi sampah," ujar Suzana. Menurut dia, keterlibatan organisasi keagamaan merupakan bagian krusial dalam membangun kesadaran berbareng bahwa pengamanan pangan adalah tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional