
Developer Nakal Manipulasi Data KPR, Rugikan Ekosistem Perumahan (Foto: PKP)
JAKARTA - Developer alias developer perumahan nan bandel dinilai telah banyak merugikan konsumen dan perbankan. Developer bandel ini dinilai telah merugikan ekosistem perumahan termasuk mencoreng reputasi perbankan salah satunya dengan melakukan manipulasi info calon debitur KPR.
Tenaga Ahli Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Harry Endang Kawidjaja mengatakan, developer dan perbankan sebenarnya telah menerima notifikasi mismatch info dan sistem peringatan awal secara berkala. Karena itu, andaikan ditemukan penyimpangan dalam jumlah besar, nyaris pasti terdapat unsur kesengajaan dari pihak tertentu di lapangan.
“Kalau jumlahnya menumpuk, tidak mungkin developer tidak tahu. Bisa saja nan bermain sales alias admin KPR,” ujar Harry dalam Diskusi Media Inovasi Pembiayaan Perumahan Bagi Pekerja Informal seperti dikutip, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut Harry, perbankan selama ini juga telah mempunyai sistem mitigasi akibat untuk mendeteksi anomali penyaluran kredit. Bahkan ketika terdapat indikasi masalah pada suatu area alias proyek tertentu, bank dapat langsung memperketat penyaluran pembiayaan.
"Bank sudah tahu ini, dan mitigasinya adalah mengecilkan keran penyaluran di area bermasalah,” katanya.
Dia menilai kasus-kasus developer bandel tidak semestinya membikin publik kehilangan kepercayaan terhadap industri pembiayaan rumah secara keseluruhan, mengingat sektor perbankan merupakan industri highly regulated nan seluruh aktivitasnya berada dalam pengawasan regulator dan mempunyai sistem monitoring berlapis.
“Ini seperti nila setitik merusak susu sebelanga. Karena itu semua ekosistem perumahan kudu menjaga industrinya bersama-sama,” ujar Harry.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·