Arief Setyadi
, Jurnalis-Minggu, 10 Mei 2026 |18:04 WIB

Evakuasi korban serangan KKB (Foto: Dok TNI)
JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ketua Guspi Waker melakukan serangan sadis terhadap penduduk sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Serangan mendadak itu menimbulkan korban jiwa, termasuk seorang anak wanita berumur sekitar 12–15 tahun nan meninggal akibat luka tembak.
Satu penduduk lainnya juga mengalami luka tembak di bagian betis kaki kiri dan saat ini tetap mendapat perawatan medis intensif. Sedangkan sejumlah penduduk memilih meninggalkan letak dan mengungsi ke tempat nan lebih kondusif untuk menghindari potensi ancaman lanjutan.
Sebelum kejadian, personel Satgas TNI nan bekerja di wilayah MP 69 sempat mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan. Hasil pemantauan menunjukkan terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai nan diduga berasal dari golongan tersebut.
Tak berselang lama, golongan bersenjata itu kembali melepaskan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk, sehingga menimbulkan situasi mencekam di area permukiman warga.
Dalam kondisi tersebut, TNI tetap menjalankan Rules of Engagement (ROE) dengan memastikan setiap tindakan sesuai ketentuan hukum, menjunjung tinggi HAM, serta mengedepankan prinsip kemanusiaan. Namun, TNI menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama sesuai prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto.
Saat itu, personel TNI melakukan pemindahan terhadap penduduk sipil, terutama wanita dan anak-anak, ke letak nan lebih kondusif sebelum melakukan pengejaran terhadap golongan bersenjata nan melarikan diri ke hutan. Di tengah proses evakuasi, prajurit menemukan seorang anak wanita nan mengalami luka tembak di bahu kiri di sekitar Camp Wini. Korban segera dievakuasi menggunakan tandu menuju akomodasi kesehatan terdekat.
Namun dalam perjalanan menuju jasa medis melalui Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal bumi akibat luka nan dialaminya. Tangis family pun pecah ketika korban kudu mengembuskan napas terakhir.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·