Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengakui tekanan dunia terhadap Indonesia dan negara-negara berkembang tetap cukup tinggi.
Kondisi tersebut ditandai dengan tingginya imbal hasil obligasi, inflasi di negara negara maju, serta suku bunga nan tetap berada pada level tinggi.
“Ini kan sesuai juga dengan pengamatan kami, juga dalam asesmen kami terakhir kita memang menghadapi situasi higher for longer,” ucap Destry dalam konvensi pers pelantikannya di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Rabu (2/9).
Destry mengucapkan BI bakal memperhitungkan beragam aspek dunia tersebut dalam merumuskan kebijakan domestik. Ia menilai ketidakpastian dunia nan tetap tinggi dapat memberikan akibat terhadap kondisi perekonomian Indonesia, sehingga stabilitas tetap menjadi konsentrasi utama kebijakan BI.
“Sehingga nan menjadi stance kita di awal ini memang tetap kita bakal konsentrasi kepada stabilitas. Bank Indonesia itu kan punya kebijakan banyak. Ada kebijakan utamanya, kita ada tiga. Ada monitor, makroprudensial, dan sisi pembayaran. Belum kebijakan lain nan mengenai dengan UMKM, ekonomi finansial syariah, dan tentunya pendalaman pasar keuangan,” jelas Destry.
Melalui kombinasi beragam kebijakan tersebut, Destry memastikan BI menentukan instrumen nan lebih diarahkan pada pro stabilitas maupun peningkatan dan percepatan pertumbuhan ahli ekonomi sesuai dengan kondisi perekonomian.
Destry memaparkan salah satu contohnya terlihat pada kebijakan makroprudensial nan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan melalui pemberian insentif kepada perbankan nan menyalurkan angsuran ke sektor-sektor prioritas.
“Nah jadi kombinasi alias kami sebutnya bauran kebijakan itu bakal tetap menjadi, apa namanya istilahnya, tools bagi kita lah ya dalam merumuskan suatu kebijakan,” sebut Destry.
Adapun Mahkamah Agung (MA) resmi melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 pada Rabu (2/9). Destry menggantikan Perry Warjiyo nan mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026.
Selain itu, MA juga melantik Aida S. Budiman selaku Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada periode 2026-2031.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·