Tomohon International Flower Festival tahun 2025.(Antara)
Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu aspek krusial dalam mendorong pengembangan desa wisata nan berkelanjutan. Selain menghadirkan inovasi, generasi muda juga dinilai bisa membantu masyarakat memanfaatkan teknologi digital, memperkuat ekonomi kreatif, serta menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Peran tersebut menjadi semakin krusial mengingat banyak desa wisata di Indonesia mempunyai potensi besar nan belum sepenuhnya berkembang akibat beragam tantangan, mulai dari promosi digital nan tetap terbatas, rendahnya keterlibatan generasi muda, hingga belum optimalnya integrasi antara sektor pariwisata, budaya, dan upaya mikro mini menengah (UMKM).
Salah satu desa nan mempunyai potensi tersebut adalah Desa Kakaskasen Dua di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Desa nan meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 ini dikenal mempunyai pemandangan alam dataran tinggi nan sejuk, wisata religi, sentra budidaya bunga, serta kekayaan budaya dan sejarah lokal.
Terletak di antara Gunung Lokon dan Gunung Mahawu, desa nan berjarak sekitar 32 kilometer dari Bandara Internasional Sam Ratulangi tersebut juga dikenal sebagai pusat aktivitas Tomohon International Flower Festival (TIFF), pagelaran kembang berskala internasional nan rutin digelar setiap tahun.
Meski mempunyai beragam keunggulan, Desa Kakaskasen Dua tetap menghadapi sejumlah tantangan, antara lain penguatan kapabilitas digital masyarakat dan pelaku UMKM, pengembangan konsep wisata berkelanjutan, peningkatan promosi dan branding desa, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.
Berangkat dari kondisi tersebut, dua tim mahasiswa dari Universitas Indonesia dan Binus University bersaing dalam program Genera-Z Berbakti 2026 dengan menawarkan beragam pendapat pengabdian masyarakat untuk mendukung pengembangan desa tersebut.
Tim Katalis dari Universitas Indonesia mengusung konsep penguatan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM nan terintegrasi. Mereka menawarkan tiga program utama, ialah Artha-Floria berupa training produk eco-print dan bungkusan ramah lingkungan, Nature Experience nan berfokus pada pengembangan wellness tourism dan peningkatan kapabilitas pelaku wisata, serta pembuatan website desa wisata dengan fitur story map interaktif melalui program Cerita Desa Wisata Kakaskasen Dua.
Sementara itu, Tim Aksara dari Binus University menyoroti pentingnya regenerasi budaya dan penguatan ekonomi lokal. Mereka menawarkan pembentukan organisasi generasi muda melalui Youth Cultural Initiative untuk pelestarian budaya, program Klaster Bersama Matuari untuk pendampingan UMKM, serta pengembangan Minaesa Platform sebagai sarana integrasi sektor ekonomi dan budaya desa.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, mengatakan program Genera-Z Berbakti menjadi wadah bagi generasi muda untuk bekerja-sama langsung dengan masyarakat dalam menciptakan solusi nan relevan bagi pembangunan daerah.
“Genera-Z Berbakti merupakan ruang bagi generasi muda visioner untuk bekerja-sama langsung dengan masyarakat. Kami berambisi penemuan nan dibawa tim Universitas Indonesia dan Binus University bisa mengoptimalkan potensi pariwisata alam, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Desa Kakaskasen Dua,” ujarnya.
Menurut Hera, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda nan mempunyai keahlian kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kedua tim bakal mempresentasikan proposal terbaik mereka guna memperebutkan kesempatan mengimplementasikan program secara langsung di Desa Kakaskasen Dua. Selain penilaian majelis juri, masyarakat juga dapat memberikan support melalui sistem voting nan berjalan melalui akun IG resmi BCA hingga 5 Juli 2026.
Melalui beragam penemuan nan ditawarkan, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata desa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pelestarian budaya, serta membuka kesempatan ekonomi nan lebih luas bagi penduduk setempat. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·