Deretan Kejanggalan dalam Surat Dakwaan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mencatatkan beragam kejanggalan dalam surat dakwaan nan dibacakan oleh Oditurat di persidangan pertama Pengadilan Militer Jakarta pada 28 April 2026 lalu.

Anggota TAUD, Airlangga Julio, mengatakan bahwa surat dakwaan tersebut tidak cermat, tidak lengkap, dan tidak jelas. Sebagai contoh, dalam surat tersebut tertulis pada terdakwa mengenal Andrie Yunus saat dia melakukan protes di Hotel Fairmont.

"Nah, di situ tidak dijelaskan kenal seperti apa, dalam konteks apa mereka mengenal, dan gimana caranya mereka mengenal," ungkap Julio kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Kemudian, dalam surat dakwaan tersebut para terdakwa tercatat baru mulai dinas di BAIS TNI sejak bulan November 2025. Akak tetapi, mereka disebut kenal Andrie Yunus sejak Maret 2025.

Ini membikin Julio merasa heran, apalagi tanpa ada penjelasan gimana mereka bisa kenal Andrie Yunus secara personal.

Selanjutnya, Julio menyebut bahwa para terdakwa berkumpul dan terjadi sebuah percakapan. Ada pula dari mereka nan memandang video Andrie Yunus saat protes di Hotel Fairmont.

"Tapi tidak dijelaskan ini video apa nan dilihat. Tidak dijadikan peralatan bukti video tersebut. Lewat medium apa mereka memandang video tersebut? HP-nya tidak ada nan disita," ungkap Julio

"Ini betul-betul memperlihatkan gimana surat dakwaan itu tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap," sambungnya.

Kejanggalan selanjutnya ialah disebutkan ada cairan kimia (aki bekas) dicampur cairan pembersih karat. Lalu, cairan tersebut dimasukkan ke tumblr warna ungu dan tutup warna hitam.

Mereka menyebut bahwa cairan tersebut nan membikin Andrie Yunus luka berat.

"Tapi tidak ada keterangan mahir di dalamnya nan menguatkan alias menjelaskan memang betul cairan kimia ini bisa menyebabkan luka berat seperti nan Andri derita," jelas Julio.

Julio menambahkan, dalam surat dakwaan tersebut juga tidak dijelaskan dengan perincian gimana mereka membuatnya sehingga bisa menghasilkan suatu cairan nan betul-betul bisa mengakibatkan lukaberat.

Surat tersebut hanya menjelaskan gimana mereka mengambil cairan itu dari bengkel, dicampur, dan tiba-tiba jadi begitu saja.

Julio menuturkan, dalam surat tersebut para terdakwa mencari info aktivitas Andrie Yunus melalui Google. Mereka mendapati Andrie Yunus bakal datang di agenda Aksi Kamisan pada 12 April 2026.

Namun, saat mereka tiba di lokasi, Aksi Kamisan tersebut sudah selesai dilaksanakan. Para terdakwa menyampaikan, mencoba cari Andrie Yunus di area Monas, tapi tidak ketemu.

"Lalu tiba-tiba timeline-nya itu skip dari sore di sekitar Aksi Kamisan, langsungke sekitar pukul 11 malam di sekitar YLBHI dan tiba-tiba langsung 'oh di sanakita bisa lihat Andri'," katanya.

Timeline ini membikin Julio pun keheranan, lantaran tidak adanya rangkaian nan jelas perjalanan terdakwa dari jam ke jam, mulai dari Markas BAIS TNI hingga letak penyiraman air keras.

"Padahal di konvensi pers Polda Metro Jaya misalnya, dan di beragam temuankami, itu ada rangkaian perjalanan nan jelas nan bisa direkam oleh CCTV, danini tidak dijelaskan dalam surat dakwaan. Ada begitu banyak lompatan-lompatankejadian nan tidak dapat dijelaskan dalam surat dakwaan," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita