Jakarta -
Tim campuran mengamankan sejumlah peralatan bukti krusial dari letak jatuhnya helikopter PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Diketahui kejadian ini menewaskan delapan orang, termasuk satu penduduk negara Malaysia.
Barang-barang tersebut dikumpulkan selama tiga hari proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan investigasi. Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, pengamanan peralatan bukti dilakukan berjenjang sejak 18-20 April 2026 berbareng tim gabungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh peralatan bukti nan diamankan menjadi bagian krusial dalam proses investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara faktual," ujarnya dilansir detikKalimantan, Selasa (21/4/2026).
Pada Sabtu (18/4), tim konsentrasi mengamankan arsip penerbangan serta barang-barang pribadi milik korban, termasuk tas nan ditemukan di sekitar letak jatuhnya helikopter milik PT Matthew Air itu. Selain itu, petugas juga mulai memetakan sebaran puing untuk mendukung kajian awal kecelakaan.
Memasuki Minggu (19/4), tim KNKT mengamankan sejumlah komponen vital helikopter. Di antaranya instrumen kokpit seperti altimeter (pengukur ketinggian), airspeed indicator (indikator kecepatan), serta parameter mesin lainnya.
Lalu, pada Senin (20/4), proses difokuskan pada pemindahan komponen utama helikopter, ialah mesin. Proses ini menjadi tahap krusial dalam rangkaian investigasi.
Baca selengkapnya di sini.
(azh/whn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·