Ristuti Kustirahayu (37) adalah salah satu dari 15 korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Perempuan asal Solo ini wafat dalam kejadian tragis, kala kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line lintas Cikarang.
Jenazah korban dipulangkan ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan di Dusun Pucanganom, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jateng. Ia diantar ambulans dari RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Begitu ambulans tiba, tangis family Ristuti pecah. Ia akhirnya pulang setelah 6 tahun tak pernah pulang saat Lebaran.
“Sudah 6 tahun ini tidak berjumpa anak saya. Terakhir telepon itu Minggu kemarin. Ya seperti biasa, tanya berita dan tidak ada firasat sama sekali,” kata Sugeng Priyanto, ayah Ristuti, Selasa (28/4).
Ristuti, nan kelahiran Wonogiri sudah berfamili dan mempunyai dua anak. Ia juga beranjak domisili di Bekasi.
Begitu tiba, jenazah langsung dimandikan, disalatkan, lampau bakal dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Warga sekitar turut membantu, menunjukkan solidaritas unik kampung nan tetap terjaga erat.
Dia mengaku mendapatkan berita duka itu pada Selasa awal hari. Ia nan tinggal di Kabupaten Blora langsung bergegas menuju Wonogiri begitu menerima berita tersebut untuk prosesi pemakaman.
“Sosok Ristuti dikenal sebagai sosok pekerja keras. sudah belasan tahun merantau, bekerja sebagai admin di sebuah toko bangunan,” katanya.
Dia mengatakan keputusan meninggalkan kampung laman diambil apalagi sebelum dia menikah.
Sugeng mengingat, terakhir kali putrinya pulang ke Wonogiri sekitar enam tahun lalu.
“Ada rencana tahun ini (Ristuti) pulang kampung. Namun takdir berbicara lain,” pungkasnya.
Kepala Dusun Pucanganom Ngatimin mengatakan berita meninggalnya Ristuti diterima penduduk sekitar pukul 03.30 awal hari.
“Warga langsung membantu menyiapkan segala kebutuhan pemakaman. Kami ikut bersungkawa cita,” pungkasnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·