Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti menekankan pentingnya keamanan pangan lantaran berangkaian dengan pembangunan berkelanjutan. Hal itu ditekankan Nani dalam aktivitas CNBC Indonesia Food Summit 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).
"Kenapa keamanan penting? Keamanan pangan itu nan dimaksud dari sisi regulasi. Karena kita memandang program Presiden ditugaskan ke Pak Menko untuk memimpin tim koordinasi seperti Makan Bergizi Gratis itu sangat memerlukan ini," ujarnya.
Menurut Nani, terdapat tiga aspek nan diatur. Pertama, mencegah pangan nan tidak kondusif dikonsumsi masyarakat. Kedua, memperkuat pengawasan keamanan pangan nasional secara terpadu.
"Terakhir, terjadi KLB (kejadian luar biasa) keracunan makanan nan perlu kita mitigasi dan lakukan upaya khusus. Tapi bukan hanya program itu saja, tapi juga dari program lain juga," kata Nani.
Secara global, dia menjelaskan jika keracunan makanan secara dunia menimbulkan kerugian US$ 110 miliar alias setara Rp 1.760 triliun dan mencakup biaya kesehatan hingga produktivitas nan hilang.
Sedangkan di Indonesia, menurut Nani, kerugian nan ditimbulkan mencapai Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun. Termasuk program MBG di mana beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan disuspen berakibat kepada kerugian di mana semestinya ada benefit nan diterima.
(miq/miq)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·