Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah mengantisipasi akibat kejadian El Nino nan diperkirakan dapat berjalan hingga kuartal I 2027 dan potensi La Nina pada pertengahan tahun depan.
Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, mengatakan pemerintah perlu menjaga kesiapan persediaan pangan, terutama beras. Distribusi pangan juga kudu dilakukan secara tepat, disertai operasi pasar andaikan diperlukan untuk menjaga stabilitas harga.
“Karena nyaris semua kejadian El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan nilai pangan dan ini sesuatu nan kudu betul-betul kita antisipasi,” kata Mari dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/10).
Menurut Mari, langkah nan bisa dilakukan adalah penggunaan info untuk mengidentifikasi wilayah nan berpotensi mengalami kekeringan.
Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan penggunaan pompa air, mengatur waktu tanam, hingga menunda masa tanam andaikan kondisi tidak memungkinkan. Tujuannya untuk mengantisipasi akibat kekeringan terhadap produksi pangan.
Di sisi lain, DEN juga membahas langkah penanganan karhutla nan telah terjadi, termasuk upaya pengairan lahan gambut untuk membantu mengatasi kebakaran.
Mari juga menyarankan pemerintah memberikan pelayanan kesehatan unik kepada masyarakat di wilayah nan paling terdampak asap karhutla. Wilayah tersebut meliputi tiga provinsi di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
“Itu enam titik nan memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan, gimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan nan unik kepada mereka-mereka termasuk pembagian masker dan seterusnya,” terangnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·