DEN dan Lembaga Riset Ekonomi ASEAN-Asia Timur Jalin Kerja Sama Riset Kebijakan Strategis

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
DEN dan Lembaga Riset Ekonomi ASEAN-Asia Timur Jalin Kerja Sama Riset Kebijakan Strategis Dewan Ekonomi Nasional (DEN) berbareng Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).(Dok Dewan Ekonomi Nasional)

DEWAN Ekonomi Nasional (DEN) berbareng Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kesepakatan ini menjadi injakan bagi kedua lembaga untuk memperkuat sinergi dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia melalui riset kebijakan berbasis bukti serta kerjasama di tingkat regional.

Melalui kerja sama tersebut, DEN dan ERIA bakal mengembangkan kerjasama pada sejumlah sektor strategis, antara lain kebijakan industri, kepintaran artifisial (AI), mineral strategis, ketahanan energi, ketahanan rantai pasok, hingga penguatan integrasi ekonomi di area ASEAN dan Asia Timur.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, dan Chief Operating Officer ERIA, Takayuki Yamanaka. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden ERIA Tetsuya Watanabe, serta Wakil Ketua DEN nan juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Prof. Mari Elka Pangestu.

Fokus pada GovTech dan Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa teknologi pemerintahan (GovTech) dan ketahanan pangan merupakan dua bagian utama nan berpotensi menjadi konsentrasi awal kerja sama riset antara DEN dan ERIA.

Mengenai pengembangan GovTech, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang membangun ekosistem pemerintahan digital nan terintegrasi dengan support AI. Menurutnya, pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas jasa publik sekaligus memberikan akibat nan lebih luas bagi masyarakat.

"Program ini sangat krusial bagi rakyat Indonesia. Bukan hanya bagi pemerintah, melainkan bagi seluruh bangsa," tegas Luhut.

Selain itu, Luhut menilai ketahanan pangan menjadi area nan mempunyai kesempatan besar untuk segera dikembangkan bersama. Ia menyebut Indonesia telah mempunyai kapabilitas riset nan memadai guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus dapat memanfaatkan pengalaman dan skill Jepang dalam mendukung pengembangan bagian tersebut.

Komitmen Regional ERIA

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui jejaring regional dan kapabilitas skill nan dimiliki ERIA.

"Sebagai organisasi internasional nan berkantor pusat di Jakarta, ERIA mempunyai tanggung jawab unik untuk mendukung Indonesia. Kami siap menggerakkan jaringan dan skill nan kami miliki untuk membantu menerjemahkan pendapat besar menjadi solusi kebijakan berbasis bukti, sekaligus memperkuat kepemimpinan Indonesia di kawasan," ujar Watanabe.

Usai penandatanganan MoU, agenda dilanjutkan dengan talkshow berjudul Sound Economic Analysis for Indonesia and the Region in an Era of Global Disruption nan menghadirkan Tetsuya Watanabe dan Prof. Mari Elka Pangestu. Forum tersebut membahas pentingnya kajian ekonomi berbasis bukti dalam membantu Indonesia maupun negara-negara di area menghadapi tantangan global, seperti ketegangan perdagangan dan gangguan rantai pasok.

Nota Kesepahaman ini bakal bertindak selama tiga tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak. Melalui kemitraan ini, DEN dan ERIA berkomitmen memperkuat transformasi ekonomi Indonesia serta mendorong pembangunan berkepanjangan di area ASEAN dan Asia Timur. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia