Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Albania Edi Rama menuding adanya kombinasi tangan pihak asing di kembali gelombang demonstrasi mahasiswa nan semakin ricuh dan menuntut dirinya mundur dari jabatan. Aksi unjuk rasa nan berjalan selama beberapa hari terakhir dipicu oleh kemarahan terhadap dugaan korupsi pemerintah dan buruknya kondisi perguruan tinggi.
Dilansir Al Jazeera, pada Jumat (16/10/2026), ribuan anak muda turun ke jalan-jalan di ibu kota Tirana. Mereka kembali berhadapan dengan polisi antihuru-hara di depan Kementerian Pendidikan, menandai hari keempat berturut-turut bentrok terjadi di letak tersebut.
Dalam pernyataan melalui video pada Jumat, Rama menolak dugaan bahwa demonstrasi tersebut murni merupakan aktivitas mahasiswa.
"Ini bukan kejadian mahasiswa," kata Rama. Ia juga menuding ada "pihak-pihak asing nan tidak menginginkan Albania hidup dalam kedamaian".
Rama bersikeras bahwa tindakan tersebut "sama sekali tidak ada hubungannya dengan kesulitan, masalah, alias aspirasi sah siapa pun nan menginginkan kehidupan nan lebih baik".
Bentrok antara demonstran dan abdi negara pun makin memanas. Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa, sementara para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah petugas.
Aksi protes tidak lagi terpusat di Tirana. Media lokal melaporkan demonstrasi juga meluas ke Elbasan, Shkodra, dan Korca. Di sejumlah lokasi, demonstran memecahkan kaca gedung dan membakar tempat sampah.
Eskalasi ini terjadi setelah berbulan-bulan tindakan nan sebagian besar berjalan damai. Gelombang protes awalnya dipicu oleh penjualan sebagian area pesisir Albania untuk pembangunan resor mewah nan dikaitkan dengan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam beberapa hari terakhir, sasaran demonstrasi semakin meluas ke gedung pemerintahan dan perbankan. Pada Selasa, massa melemparkan batu bata dan bongkahan beton ke gedung Kementerian Pendidikan. Sejumlah gedung lain di ibu kota juga dibakar, termasuk instansi perdana menteri, gedung kementerian finansial dan kehakiman, serta beberapa instansi bagian bank.
Dalam pernyataannya, kepolisian Albania menyebut 160 orang ditahan pada Kamis malam atas dugaan keterlibatan dalam tindakan kekerasan.
Tuntutan Mundur dan Keanggotaan Uni Eropa
Para demonstran menuntut Rama mengundurkan diri, sekaligus mendesak reformasi sistem pemilu dan pendidikan. Pemerintahan Rama sendiri membantah tuduhan korupsi nan diarahkan kepadanya.
Rama sebelumnya menyatakan bersedia berbincang mengenai kenaikan biaya pendidikan. Namun, dia menolak dorongan agar dirinya meninggalkan kedudukan perdana menteri.
"Tanggung jawab saya adalah mendengarkan, menangani kekhawatiran nan sah, dan memastikan Albania terus bergerak maju," kata Rama pada Kamis.
Ia juga memperingatkan bahwa pengunduran dirinya justru bakal mengingkari mandat politik nan diberikan rakyat Albania kepadanya.
"Pengunduran diri saya bakal menjadi pengkhianatan terhadap rakyat Albania nan telah memberi saya mandat kuat untuk menuntaskan negosiasi keanggotaan Uni Eropa," tambahnya.
Skandal korupsi selama ini menjadi salah satu halangan bagi Albania untuk berasosiasi dengan Uni Eropa. Sejumlah analis menilai negara tersebut telah menjadi pusat aktivitas golongan pidana nan berupaya mencuci duit hasil perdagangan narkoba dan senjata.
Rama memenangkan masa kedudukan keempat pada tahun lampau dengan janji membawa Albania menjadi personil Uni Eropa. Pemerintahannya menargetkan keanggotaan dapat terwujud paling sigap pada 2028.
Namun, meningkatnya demonstrasi dan tuntutan agar dirinya mundur sekarang menjadi tantangan politik serius bagi Rama di tengah upayanya membawa negara Balkan tersebut masuk ke dalam blok Eropa.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·