Namu Balai Kota Jakarta Bikin Warga Terpesona

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jakarta -

Rasa penasaran penduduk terhadap isi Balai Kota Jakarta akhirnya terjawab lewat program Namu Balai Kota. Tak sedikit visitor nan mengaku kaget sekaligus kagum saat memandang langsung bagian dalam Balai Kota Jakarta.

Program Namu Balai Kota resmi dibuka pada Sabtu (17/10/2026). Sejumlah penduduk nan baru pertama kali berjamu ke Balai Kota mengaku senang bisa memandang ruangan nan selama ini hanya mereka ketahui dari televisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya Misi Utami (57), penduduk Cilincing, Jakarta Utara. Dia mengaku terkesan setelah memandang langsung sejumlah ruangan di Balai Kota. Termasuk ruang rapat nan selama ini belum pernah dia masuki.

"Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur nan sudah membuka Balai Kota untuk umum. Ini sangat-sangat menyenangkan dan berarti, terutama anak-anak dan penduduk masyarakat pada umumnya. Karena nan tadinya kita nggak tahu jadi tahu," kata Utami saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Sabtu (17/10).

Dia juga mengaku terkesan oleh gedung dan lukisan nan ada di dalam Balai Kota. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi penduduk untuk mengenal lebih dekat gedung pemerintahan tersebut.

"Banyak ya, lukisan-lukisan, bangunan-bangunan, bangunannya jelas antik. Terus, wah, senanglah, ruang rapatnya nan selama ini kita nggak tahu. Mau masuk juga kayaknya takut, ya. Ternyata sedemikian indahnya Balai Kota," ujarnya.

Utami tak datang sendirian. Dia juga membawa sekitar 30 anak Abang None Cilik 2026 dari Lembaga Kebudayaan Betawi. Anak-anak berumur 5 hingga 16 tahun itu disebut antusias mengikuti aktivitas tersebut.

Dia berambisi program Namu Balai Kota bisa terus dilaksanakan agar semakin banyak penduduk nan mendapat kesempatan serupa. Menurutnya, aktivitas ini bukan sekadar wisata, melainkan juga sarana edukasi bagi anak-anak.

"Senang banget, apalagi saya bawa Abang None Cilik. Mereka senang banget. Saya sendiri nan sudah usia segini tetap semangat. Ya, kapan lagi," tuturnya.

Utami mengaku tidak mengalami kesulitan saat mendaftar secara daring untuk mengikuti aktivitas tersebut. Bahkan, dia bisa mendapatkan tiga tiket meski mengaku tidak terlalu mahir menggunakan teknologi.

"Saya nan gaptek aja, nan HP-nya biasa-biasa saja, bisa ambil tiga tiket. Jadi, enggak ada kesulitan untuk registrasi," katanya.

Utami juga menilai tingginya antusiasme penduduk terlihat dari tiket nan sigap lenyap setelah pendaftaran dibuka. Dia berambisi aktivitas tersebut dapat bersambung sehingga lebih banyak masyarakat bisa berkunjung.

"Saya percaya banyak penduduk nan antusias. Buktinya, begitu dibuka, mereka sigap habis. Saya sendiri jika malam-malam dibuka langsung war dan informasikan ke grup-grup nan lain. Ayo, ayo, mari Namu di Balai Kota," ujarnya.

Meski mengapresiasi dibukanya Balai Kota untuk umum, Utami berambisi akomodasi bagi penyandang disabilitas dapat ditingkatkan. Dia menilai tetap ada sejumlah perihal nan perlu dibenahi agar visitor disabilitas bisa lebih nyaman.

"Kalau untuk akomodasi difabel tetap kurang, semoga kelak ditingkatkan. Nggak apa-apa, ada kurang-kurang sedikit. Namanya juga awal, kelak pasti diperbaiki," imbuhnya.

Program Namu Balai Kota sempat diuji coba pada Sabtu (3/10). Saat uji coba, tampak antusiasme pelajar hingga anak pejuang kanker.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan antusiasme visitor di luar dugaan. Dia mengatakan antusiasme tersebut cukup tinggi.

"Yang pertama aktivitas 'Namu Jakarta' memang antusiasmenya tinggi sekali. Kan kita sampai tukar shift sebenarnya," ujar Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur (Jaktim), Minggu (4/10).

Pramono mengatakan antusiasme visitor di luar dugaan hingga menyebabkan antrean panjang. Sebab itu, Pramono mengatakan aktivitas tersebut bakal dilakukan secara rutin.

"Tetapi lantaran antusiasmenya nan di luar dugaan sehingga kemudian antreannya menjadi panjang. Tetapi prinsipnya adalah lantaran ini baru hari pertama pasti itu biasa terjadi," jelasnya.

"Tetapi kami bakal secara rutin membuka itu agar penduduk Jakarta nan pengen tahu tentang balai kota dan seluruh isinya kami persilakan," tutupnya.

(amw/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑