Demi Hemat Gas, Pupuk Kaltim Kucurkan Rp900 M-Sumbernya Bukan APBN

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menganggarkan biaya sekitar Rp900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik amonia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi.

VP Pengembangan Bisnis PT Pupuk Kaltim, Astri Agustina menjelaskan pendanaan proyek tersebut sepenuhnya berasal dari internal perusahaan dan skema pembiayaan non-APBN.

"Terkait dengan pendanaan untuk proyek pengembangan PKT memang kami ada dua sumber dana, tapi memang tidak dari APBN," kata Astri dalam aktivitas Silaturahmi Media di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia merinci, sumber pendanaan berasal dari ekuitas perusahaan serta angsuran investasi melalui sindikasi perbankan.

"Jadi nan pertama, kita menggunakan equity alias biaya perusahaan, dan nan kedua kita menggunakan skema angsuran investasi di mana kita mencari pendanaan melalui bank sindikasi, bisa dari bank BUMN maupun dari bank swasta Indonesia gitu," jelasnya.

Adapun nilai anggaran untuk proyek revamping tersebut, kata Astri, mencapai Rp900 miliar.

Ia menjelaskan, proyek revamping sendiri diarahkan untuk meningkatkan efisiensi daya sekaligus memperkuat daya saing produk.

"Jadi proyek revamping ammonia ini memang tujuan utamanya adalah mengenai dengan revitalisasi pabrik, revitalisasi industri di mana salah satu tujuannya adalah menurunkan konsumsi daya untuk meningkatkan efisiensi," terang Astri.

Selain efisiensi energi, program ini juga berakibat pada keandalan operasional dan umur pabrik. "Selain itu, melalui program revitalisasi ini juga pasti kita meningkatkan dari reliability perusahaan pabrik tersebut, sehingga lantaran ada pembaruan dan peremajaan peralatannya, dan bakal memperpanjang dari umur pabrik itu sendiri," lanjutnya.

Ia menegaskan, peningkatan efisiensi dan keandalan ini pada akhirnya bakal mendongkrak daya saing produk pupuk nan dihasilkan.

"Kemudian nan pasti dengan adanya proyek revamping ini, revitalisasi dan efisiensi produksi pasti juga bakal meningkatkan competitiveness dari produk amonia dan juga pastinya Urea nan dihasilkan," sebut dia.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menambahkan, program revamping merupakan bagian dari strategi operational excellence perusahaan.

"Revamping ya ini sebenarnya juga salah satu bagian alias program operational excellence juga, ya. Jadi revamping ini kan sebenarnya peremajaan pabrik. Dengan adanya peremajaan pabrik itu pabrik menjadi lebih efisien ya. Jadi penggunaan konsumsi gasnya itu bisa menurun sebesar 4 MMBTU," jelas Anggono dalam kesempatan nan sama.

Ia juga menuturkan, pendanaan revamping ini sepenuhnya berasal dari internal perusahaan melalui investasi tahunan.

"Nah, pendanaan revamping ini sendiri itu murni menggunakan biaya internal perusahaan alias PKT ya, melalui investasi tahunan, seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasi Pupuk Indonesia Holding Company PIHC) Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan, ada 7 proyek senilai Rp77 triliun nan tengah dijalankan perusahaan.

Salah satunya adalah Revamping Ammonia Pupuk Kaltim 2. Proyek ini ditargetkan memulai operasi komersialnya mula tahun 2026 ini. Kata dia, pabrik ini dirancang menghasilkan 660.000 ton Amonia per tahun.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News