Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara: Rp750 Juta Buat yang Temukan Aman Yani

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengadakan sayembara senilai Rp750 juta bagi siapapun nan bisa menemukan sosok berjulukan Aman Yani.

Nama Aman Yani mencuat usai dituding oleh salah satu terdakwa sebagai otak di kembali pembunuhan satu family di Paoman, Indramayu pada Agustus tahun lalu.

Pembunuhan itu menyebabkan lima orang sekeluarga tewas. Mereka adalah Haji Sahroni (75), Budi (45) nan merupakan anak Sahroni, Euis (40) nan merupakan istri Budi, RK (7) dan B (8 bulan)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad kelimanya baru ditemukan pada 1 September 2025. Polisi kemudian menangkap dua orang, ialah Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30).

Kedua terdakwa telah menjalani persidangan baru-baru ini. Dalam sidang, Ririn menyebut pelakunya lima orang. Priyo kemudian menyebut nama-nama orang lain nan disebutnya pelaku utama pembunuhan, ialah Aman Yani, Joko, Yoga, dan Hadi

Melalui akun instagramnya, Dedi Mulyadi mengunggah video berjumpa dengan adik Aman Yani. Keberadaan Aman Yani saat ini tidak diketahui.

"Saya berjumpa adiknya Pak Aman Yani nan hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat alias memang sudah tidak bisa dilihat alias sudah meninggal dunia," kata Dedi dikutip Jumat (22/5).

Dedi juga menunjukkan foto Aman Yani. Ia mengatakan Aman Yani sosok misterius lantaran dituding merupakan otak pelaku pembunuhan Haji Sahroni.

Jika tetap hidup, dia meminta Aman Yani untuk pulang. Sebab biaya pensiun Aman Yani saat bekerja telah dicairkan oleh seorang pengacara berjulukan Khotibul atas pengarahan Ririn.

Dedi mengatakan ada tanda tangan Aman Yani untuk mencairkan biaya pensiun meski pihak nan mencairkan tidak pernah berjumpa Aman Yani.

"Yang pertama andaikan Pak Aman Yani tetap ada di Indonesia alias di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa biaya pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan nan berkuasa tidak pernah berjumpa ini peristiwa paling aneh," kata Dedi.

Dedi mengatakan jika Aman Yani tetap hidup dan pulang ke Indramayu berjumpa keluarga, dia bakal mengganti duit biaya pensiun itu dan menambah jumlahnya.

"Bapak kembali deh jika tetap ada. Itu biaya pensiun nan kemarin Rp400 juta saya tambahin jadi Rp750 juta deh saya kasih buat bapak tapi bapak balik. Balik ke Indramayu temui istri, temui anak-anak dan family walaupun istrinya sudah jadi mantan," ujarnya.

Dedi pun memberi sayembara bagi pihak-pihak nan bisa menemukan Aman Yani.

"Kalau ada nan menemukan Pak Aman Yani saya kasih juga 750 juta. Silakan kembali bawa Pak Amanyani ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua kelak mudah-mudahan masalah ini kudu sigap selesai dan Pak Aman yani kudu ditemukan, hidup ataupun sudah meninggal," katanya.

[Gambas:Instagram]

Keluarga lapor polisi, Aman Yani lenyap sejak 2016

Melansir Detikjabar, awal Mei lalu, Keluarga Aman Yani tak tinggal tak bersuara setelah nama personil keluarganya dicatut dalam kasus pembunuhan berdarah di Kelurahan Paoman, Indramayu.

Mereka melaporkan terdakwa Priyo Bagus Setiawan ke Polres Indramayu pada Minggu (3/5)

Kuasa norma family Aman Yani, Ruslandi, membeberkan dalam persidangan, Priyo menyatakan ada empat pelaku utama. Salah satu nan ditunjuk adalah Aman Yani, laki-laki nan menurut family justru sudah raib tanpa berita selama bertahun-tahun.

Keluarga menegaskan tudingan itu sangat tidak berdasar. Berdasarkan catatan keluarga, Aman Yani terakhir kali berpamitan kepada ibunya pada Maret 2016 untuk merantau ke Bandung setelah resign dari sebuah bank pelat merah.

Sejak saat itu, jejaknya lenyap bak ditelan bumi. Ruslandi juga menyangsikan pengakuan para terdakwa nan menyebut sempat berjumpa Aman Yani di area Kuliner Cimanuk, Indramayu, sekitar Agustus hingga September 2025 untuk merancang tindakan biadab tersebut.

"Fakta itu bertentangan dengan kondisi sebenarnya, lantaran family sudah lama mencari nan bersangkutan, apalagi sempat menyebarkan info orang lenyap di media sosial sejak 2020," kata Ruslandi.

Atas pencatutan nama tersebut, family melaporkan Priyo dengan dugaan merintangi proses peradilan (obstruction of justice) serta menyebarkan tuduhan tanpa dasar.

Ruslandi menegaskan pihak family sangat kooperatif dan tidak bakal menghalangi proses norma jika Aman Yani betul-betul ditemukan. Namun, mereka mencurigai klaim terdakwa hanyalah siasat licik untuk mengaburkan kebenaran persidangan.

Di sisi lain, adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengungkap sederet kejanggalan sejak kakaknya hilang. Ia mengaku pernah diminta seseorang untuk berpura-pura menjadi Aman Yani demi mencairkan biaya pensiun, termasuk diminta memalsukan surat kuasa.

Tak hanya itu, pada 2018, family sempat menerima pesan dari orang nan mengaku sebagai pengacara perwakilan Aman Yani. Namun, sosok misterius itu tidak pernah menampakkan diri alias berkomunikasi secara langsung.

(yoa/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional