Debit Air di Sungai Cisokan Cianjur Menyusut, Pasokan ke Pelanggan Air Bersih Terganggu

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Debit Air di Sungai Cisokan Cianjur Menyusut, Pasokan ke Pelanggan Air Bersih Terganggu Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti, Syamsul Hadi, mengecek kondisi intake nan terganggu akibat menyusutnya debit air Sungai Cisokan.(MI/BENNY BASTIANDY)

MENYUSUTNYA debit air di aliran Sungai Cisokan berakibat terhadap pasokan bagi pengguna Perumda Air Minum Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya, sumber air bagi pengguna di Kantor Cabang Perumdam Tirta Mukti Ciranjang menggunakan air baku aliran Sungai Cisokan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Syamsul Hadi, memohon maaf kepada para pengguna air bersih, khususnya di wilayah Ciranjang dan sekitarnya, andaikan pasokan air terhambat. Sebab, saat ini debit air di aliran Sungai Cisokan nan menjadi sumber mengalami penyusutan.

"Untuk wilayah Ciranjang dan sekitarnya, pasokannya mengandalkan sumber air baku dari Sungai Cisokan. Saat ini terjadi penyusutan debit air. Kondisi sungai makin dangkal sehingga pasir di dasar menutup ke mesin intake. Jadi, sekarang pasokan air bersih terganggu," katanya, Minggu (9/8).

Namun dia memastikan Perumdam Tirta Mukti terus berupaya menangani kondisi itu agar pelayanan kepada masyarakat tetap melangkah maksimal. Pihaknya juga mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan air selama musim kemarau,

"Sejauh ini, akibat tandus tetap bisa kita atasi. Pelayanan pasokan air bersih bagi pengguna relatif lancar," ungkapnya.

Kalaupun terjadi gangguan, kata Syamsul, lebih lantaran upaya perbaikan jaringan pipa maupun akomodasi pendukung di seluruh bagian pelayanan.

"Perbaikan ini untuk meningkatkan pelayanan kepasa masyarakat," pungkasnya.


KEBAKARAN LAHAN


Sementara itu, di Kota Sukabumi, kebakaran lahan terjadi di Jalan Ciaul Pasir RT 04/17 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole, Sabtu (8/8) petang sekitar pukul 15.50 WIB. Pemicunya diduga akibat aktivitas pembakaran sampah nan ditinggalkan di area tersebut.

"Lokasi kebakaran merupakan lahan bambu. Tempat itu digunakan penduduk setempat membuang sampah, padahal bukan peruntukannya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabarudin, Minggu (9/8).

Banyaknya material mudah terbakar seperti daun kering dan sampah nan sudah mengering membikin api sigap membesar. Namun, api tidak meluas ke area permukiman nan letaknya tak jauh dari titik kebakaran.

"Petugas sukses melokalisasi area nan terbakar, sehingga tak meluas. Hasil pendataan, lahan nan terbakar lebih kurang 50 meter persegi," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia