
Pemain Go Ahead Eagles, Dean James. (Foto: Instagram/gaeagles)
BREDA – Klub Eredivisie, NAC Breda, kudu menerima realita pahit setelah kalah dalam persidangan singkat mengenai kasus spekulasi kebangsaan pemain Go Ahead Eagles, Dean James. Hakim memutuskan pertandingan antara NAC Breda melawan Go Ahead Eagles tidak perlu diulang, meskipun sebelumnya muncul dugaan masalah manajemen paspor pada pemain nan bersangkutan.
Kasus nan dijuluki Passportgate ini bermulai ketika NAC Breda mempertanyakan status kewenangan bermain Dean James. Bek berumur 25 tahun itu dianggap otomatis kehilangan kebangsaan Belanda setelah memilih untuk memihak Timnas Indonesia.
Atas dasar tersebut, NAC menuntut agar kekalahan 0-6 mereka dari Go Ahead Eagles dibatalkan dan dijadwalkan ulang.
1. Potensi Efek Domino
Dalam amar putusannya, pengadil menilai kepentingan NAC Breda untuk mengulang pertandingan tidak sebanding dengan akibat besar nan bakal dihadapi Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). KNVB sebelumnya berdasar jika gugatan NAC dikabulkan, perihal itu bakal memicu pengaruh domino nan mengacaukan agenda liga.
Dean James di laga Fortuna Sittard vs Go Ahead Eagles. (Foto: Instagram/gaeagles)
Pasalnya, terdapat setidaknya 133 pertandingan di Eredivisie musim ini nan mempunyai kemiripan kasus manajemen paspor. Hakim menyatakan KNVB telah bertindak cukup hati-hati dalam menjaga integritas kompetisi.
"Tidaklah berlebihan jika majelis liga lebih mempertimbangkan akibat besar bagi keseluruhan sepak bola Belanda daripada kepentingan satu klub, mengingat kejuaraan nan sudah nyaris berakhir," bunyi petikan putusan tersebut, dikutip dari media Belanda, nos.nl, Senin (4/5/2026).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·