, JAKARTA, –
Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina, Darije Kalezic, menegaskan dirinya tidak mau melewatkan kesempatan untuk kembali menukangi PSM Makassar pada kejuaraan BRI Super League musim 2026/2027. Keputusan ini didasari oleh kenangan manis dan ikatan kuat nan pernah dia rasakan berbareng tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Kalezic mengungkapkan argumen di kembali kemantapannya memilih kembali ke Makassar setelah sebelumnya menangani klub pada musim 2019. Ia menyimpan memori mendalam tentang identitas permainan tim dan hubungan dengan para suporter.
"Saya tetap sangat ingat masa pertama kalinya menangani PSM di mana tim mempunyai identitas nan sangat kuat dan jelas. Para suporter juga merasa puas dan bangga jika mereka bisa memandang style bermain para pemain di lapangan, terlepas dari hasil akhirnya seperti apa," kata Kalezic, dikutip dari laman resmi I.League, Jumat.
Kenangan Manis Juara Piala Indonesia 2019
Pelatih berkebangsaan Bosnia dan Herzegovina itu mengaku selalu terkenang gimana seluruh pecinta sepak bola di Makassar merayakan keberhasilan tim meraih gelar juara Piala Indonesia 2019. Momen tersebut menjadi salah satu pertimbangan utamanya untuk kembali.
"Momen-momen kebersamaan dan kegembiraan saat merayakan kemenangan berbareng seluruh staf, tim medis, dan pemain di lapangan menjadi memori bagus nan memberikan daya dan kepercayaan untuk saya kembali melatih PSM," ujarnya.
Darije Kalezic pertama kali ditunjuk sebagai pembimbing kepala PSM Makassar pada 2 Februari 2019, menggantikan posisi Robert Alberts. Selama semusim penuh menangani, dia melewati 53 pertandingan di beragam arena dan mengemas rata-rata 1,49 poin per pertandingan.
Rekam Jejak di Musim 2019
Pada kejuaraan Liga 1 Indonesia 2019, PSM Makassar kudu puas menempati ranking ke-12 klasemen akhir dengan koleksi 44 poin dari 34 laga. Rinciannya, tim meraih 13 kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan 16 kekalahan.
Meski performa di liga kurang konsisten, Kalezic sukses mempersembahkan trofi juara Piala Indonesia 2019 setelah mengalahkan Persija Jakarta di partai final. Pencapaian inilah nan tampaknya menjadi magnet utama bagi sang pembimbing untuk mengulang kisah suksesnya berbareng Juku Eja.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·