Dari Subsidi BBM hingga Batu Bara, Keamanan Digital Jadi Kunci Ketahanan Energi

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Dari Subsidi BBM hingga Batu Bara, Keamanan Digital Jadi Kunci Ketahanan Energi

Digitalisasi industri daya meningkatkan kebutuhan terhadap keamanan data, keaslian dokumen, dan transparansi transaksi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Digitalisasi industri daya meningkatkan kebutuhan terhadap keamanan data, keaslian dokumen, dan transparansi transaksi. Tanpa sistem pengamanan nan memadai, pemanfaatan teknologi di sektor daya berpotensi membuka celah kebocoran data, manipulasi arsip pertambangan, hingga penyimpangan pengedaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan, penguatan sistem keamanan digital menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan daya nasional. Menurutnya, pengelolaan daya tidak hanya berjuntai pada kesiapan sumber daya dan prasarana fisik, tetapi juga memerlukan sistem digital nan kondusif dan dapat dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Teguh dalam Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 nan diselenggarakan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.

"Kedaulatan daya bertumpu pada pasokan, berakar pada kepercayaan digital. Di tengah semakin terhubungnya prasarana dan rantai pasok energi, kita kudu memastikan bahwa setiap data, identitas, dokumen, dan transaksi mempunyai tingkat keamanan serta integritas nan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Teguh.

Menurut Teguh, meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam industri daya perlu diimbangi dengan sistem pengamanan untuk menjaga integritas info dan ketertelusuran transaksi. Hal ini krusial lantaran gangguan terhadap sistem digital dapat berakibat pada proses distribusi, pengawasan, hingga tata kelola komoditas energi.

Salah satu akibat nan perlu diantisipasi adalah manipulasi arsip pertambangan, kebocoran info rantai pasok, penyimpangan penyaluran subsidi energi, serta serangan siber terhadap prasarana strategis nasional.

Dalam pengelolaan energi, sistem identitas dan ketertelusuran digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan pengedaran BBM dan memverifikasi ketepatan penerima subsidi. Teknologi serupa dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan arsip dan transaksi perdagangan komoditas mineral serta batu bara.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑