Pendiri Yummy Craft Sri Kumala Ambarwati di Alun-Alun Grand Indonesia(MI/Insi Nantika Jelita)
BERAGAM kuliner unik dari beragam wilayah di Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi Sri Kumala Ambarwati dalam mengembangkan upaya kriyanya, Yummy Craft. Melalui kreativitasnya, jenis hidangan Nusantara seperti nasi krawu, soto Betawi, rendang, hingga bakmi Jawa diangkat menjadi motif pada tas dan aksesori nan tidak hanya unik, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi.
Berawal dari kegemarannya menjelajahi beragam wilayah di Indonesia, Ambar, sapaan akrabnya, mendokumentasikan beragam kuliner lokal nan kemudian diolah kembali menjadi ilustrasi untuk menghiasi produk tas. Tak hanya itu, upaya nan didirikannya pada 2022 juga memberdayakan perajin lokal dengan melibatkan mereka dalam proses produksi.
Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Ambar mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN BRI Jakarta sejak 2023. Melalui beragam training dan program BRIncubator nan diikutinya pada 2025, dia memperoleh pengetahuan mengenai digital marketing, hingga strategi pengembangan bisnis. Pendampingan tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk berinovasi, memperluas jaringan, dan mengembangkan Yummy Craft.
Menuangkan Kreativitas
Salah satu kreasi pertama nan dia buat terinspirasi dari nasi krawu unik Gresik, Jawa Timur. Menurut Ambar, karakter nasi krawu terletak pada perpaduan serundeng, sambal petis, serta lauk daging dan ayam suwir nan khas.
"Awalnya saya ke Gresik dan mencoba nasi krawu. Lalu, saya foto dan desain. Ini pertama nan saya buat lantaran tampilannya menarik dan rasanya juga lezat sekali," kata Ambar saat ditemui di Alun-Alun Grand Indonesia belum lama ini.
Ide membangun upaya muncul ketika Ambar menjalani masa pemulihan setelah terpapar covid-19. Untuk mengurangi stres, dia mulai menuangkan kreativitasnya dalam corak kreasi tas nan terinspirasi dari budaya lokal. Berbekal support seorang kawan nan mempunyai mesin produksi, dia mulai membikin beragam kreasi dan memproduksi tas secara bertahap
Awalnya, seluruh kreasi kuliner dituangkan dalam satu produk. Namun, setelah mendapat masukan dari teman-temannya, setiap menu kemudian dibuat menjadi kreasi tersendiri. Produknya pun hanya dijadikan bingkisan untuk teman-temannya. Namun, respons positif dan antusiasme nan diterimanya membikin Ambar semakin percaya untuk mengembangkan upaya imajinatif tersebut
"Awalnya hanya dijadikan bingkisan untuk teman-teman. Ternyata responsnya positif dan mereka suka," kata Ambar.
Tidak hanya mencetak foto makanan, Ambar menggambar ulang setiap objek kuliner secara manual sebelum dicetak pada media kanvas. Setelah kreasi selesai, proses produksi tas dan aksesori dikerjakan berbareng para penjahit rumahan di Bandung, mulai dari pencetakan, pemotongan bahan, hingga penjahitan produk.
Semangat Pemberdayaan
Semangat pemberdayaan menjadi bagian krusial dalam pengembangan Yummy Craft. Dalam proses produksinya, Ambar menggandeng para penjahit rumahan di Bandung untuk mengerjakan beragam produk tas dan aksesori bermotif kuliner Nusantara. Kemitraan ini tidak hanya membantu meningkatkan kapabilitas produksi, tetapi juga membuka kesempatan tambahan pendapatan bagi para penjahit nan terlibat.
"Kami melibatkan penjahit rumahan dalam proses produksi agar mereka juga punya penghasilan. Jadi, upaya ini bukan hanya tentang membikin produk, tetapi juga memberdayakan masyarakat," ungkapnya.
Menurut Ambar, pendekatan tersebut memberikan faedah bagi banyak pihak, mulai dari petani, perajut, hingga perajin.
"Bukan hanya saya nan menikmati hasil produk ini, tetapi juga petani, perajut, dan perajin," tegasnya.
Di satu sisi, Ambar sengaja melibatkan wanita dalam beragam tahapan usaha, mulai dari desainer ilustrasi, tim pendukung, hingga para perajin. Saat ini, delapan ibu rumah tangga di Bandung terlibat dalam produksi tas kanvas, sementara produk berbahan rajut dikerjakan oleh para perajin di Yogyakarta.
Menurut Ambar, pemberdayaan wanita menjadi salah satu nilai utama nan mau diwujudkan Yummy Craft. Karena itu, dia memilih menggunakan bahan daun gebang nan proses produksinya banyak dikerjakan oleh wanita di wilayah pedesaan.
"Melalui penggunaan daun gebang, kami bisa memberdayakan lebih banyak perempuan. Mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama setelah selesai bekerja di ladang alias saat mempunyai waktu senggang di rumah," ujar Ambar.
Selain aspek pemberdayaan ekonomi, pemilihan daun gebang juga didasari kepedulian terhadap lingkungan. Ambar mengaku mempunyai tanggung jawab untuk ikut menjaga kelestarian bumi melalui penggunaan bahan nan lebih ramah lingkungan.
"Kalau bukan kita nan jaga, siapa lagi," kata Ambar.
Produk Alami
Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin dalam proses produksi Yummy Craft. Selain melibatkan penjahit rumahan, Ambar bekerja sama dengan perajin kerang untuk membikin beragam aksesori pelengkap, seperti bag charm. Ia juga menerapkan proses produksi nan ramah lingkungan, termasuk mengeringkan daun secara alami dengan memanfaatkan sinar mentari tanpa menggunakan oven.
Ambar mengatakan Yummy Craft dibangun dengan mengusung prinsip sustainability (keberlanjutan) melalui pemanfaatan bahan-bahan nan kerap dianggap tidak bernilai.
"Melalui proses pengolahan, bahan tersebut kami olah menjadi produk berbobot nan dapat dimanfaatkan kembali," ujar Ambar.
Keunikan lain dari Yummy Craft terletak pada warna desain. Setiap motif mempunyai identitas warna tersendiri sehingga mudah dikenali konsumen.
"Satu warna hanya untuk satu motif desain. Rendang hanya merah, soto Betawi hanya biru, bakmi Jawa itu warna hijau, satai ayam itu warna kuning. Jadi, tidak ada satu motif dengan banyak warna," ujar Ambar.
Peran Rumah BUMN BRI
Perjalanan pengembangan upaya Yummy Craft tidak lepas dari support PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI. Setelah menjadi bimbingan Rumah BUMN BRI sejak 2023, Ambar terus aktif mengikuti beragam training untuk meningkatkan kapabilitas usahanya. Salah satu program nan diikutinya adalah BRIncubator 2025, program training dan pendampingan intensif bagi upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bimbingan Rumah BUMN nan diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Materi nan diberikan mencakup digital marketing, pengelolaan keuangan, hingga teknik menyusun dan menyampaikan presentasi upaya alias business pitching kepada calon mitra maupun pelanggan. Pengetahuan tersebut membantu Ambar memahami gimana memperkenalkan produk dan membangun komunikasi nan lebih efektif dengan calon mitra usaha.
Meski mempunyai kesibukan sebagai pegawai di perusahaan swasta, Ambar tetap konsisten mengikuti program pendampingan tersebut. Dari beragam materi nan diperoleh, training digital marketing menjadi salah satu nan paling berkesan baginya. Ambar mengaku mendapatkan banyak wawasan baru nan dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usahanya.
"Terutama dalam memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar," imbuhnya.
Setelah mengikuti BRIncubator, Ambar merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam mengembangkan upaya nan dirintisnya. Pemahaman nan lebih baik mengenai pemasaran digital membuatnya lebih percaya dalam mengambil langkah-langkah pengembangan upaya ke depan.
Menurutnya, faedah nan diperoleh tidak hanya tambahan pengetahuan dan wawasan, tetapi juga peningkatan rasa percaya diri serta kesempatan memperluas jaringan dan menjalin kerjasama dengan sesama pelaku usaha.
“Pelatihannya cuma-cuma dan sangat berfaedah bagi saya. Selain pengetahuan bertambah, rasa percaya diri juga meningkat, networking bertambah,” ujarnya.
Keikutsertaan Ambar dalam program BRIncubator juga membuka ruang kerjasama dengan sesama pelaku UMKM. Melalui program tersebut, dia memperoleh beragam masukan untuk mengembangkan upaya sekaligus memperluas jejaring bisnis.
Setelah mengikuti BRIncubator, Ambar mencatat peningkatan omzet sekitar 20% nan didorong oleh pengembangan lini produk baru selain tas, seperti clutch dan pin.
"Tentu ada peningkatan omzet sekitar 20%," kata Ambar.
Panggung Promosi
Seiring berkembangnya usaha, Yummy Craft memperoleh semakin banyak ruang promosi melalui kerja sama dengan beragam pihak, seperti dengan restoran ternama, pelaku fesyen, hingga lembaga pemerintah. Kesempatan tampil dalam peragaan busana pada Hari Kebaya Nasional 2024 menjadi salah satu titik krusial nan memperkenalkan produknya kepada pasar nan lebih luas.
Menurut Ambar, tas bertema budaya dapat menjadi pelengkap nan cocok untuk penggunaan sehari-hari berbareng kebaya.
"Kebaya bisa dipakai ke mal, tidak kudu ke kondangan. Lalu bisa dipadukan dengan tas lokal nan mengangkat budaya nasional," ujarnya.
Dari arena tersebut, Yummy Craft mendapat kesempatan mengikuti pameran di Alun-Alun Grand Indonesia. Awalnya, keikutsertaan itu hanya direncanakan berjalan selama satu bulan. Namun, respons positif dari visitor membikin produk-produknya terus diminati hingga akhirnya Yummy Craft dipercaya menjadi tenant permanen di letak tersebut.
"Sekarang sudah permanen mejeng di Alun-Alun Grand Indonesia," terang Ambar.
Produk Andalan
Tas shopping menjadi produk jagoan Yummy Craft nan paling diminati konsumen. Produk ini tidak hanya menarik perhatian lantaran desainnya nan mengangkat ragam kuliner Nusantara, tetapi juga lantaran fungsinya nan praktis untuk digunakan dalam beragam aktivitas sehari-hari.
Setiap bulan, Yummy Craft bisa menjual lebih dari 1.000 unit tas shopping kepada pengguna dari beragam daerah. Penjualan tersebut berasal dari pasar ritel maupun pengguna nan mengenal produk Yummy Craft melalui pameran, media sosial, dan beragam aktivitas promosi lainnya.
Tidak hanya melayani pembelian satuan, Yummy Craft juga aktif menggarap segmen korporasi. Berbagai perusahaan dan lembaga memesan produk tersebut sebagai suvenir, merchandise, maupun tas promosi untuk aktivitas tertentu. Permintaan dalam jumlah besar ini menjadi salah satu sumber pendapatan nan terus berkembang bagi upaya tersebut.
Ambar mengatakan pesanan korporasi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan omzet usahanya. Bahkan, salah satu proyek nan pernah dikerjakan, mencatat transaksi cukup besar hanya untuk satu jenis produk.
"Pernah ada pesanan dari korporasi dengan nilai sekitar Rp50 juta untuk satu proyek tas belanja," ucapnya.
Modal Awal
Yummy Craft dibangun dari modal pribadi sebesar Rp10 juta nan berasal dari penghasilan Ambar saat bekerja sebagai content reviewer dan endorser produk. Modal tersebut menjadi langkah awal dalam mengembangkan upaya nan sekarang terus bertumbuh.
"Uang Rp10 juta itu murni dari penghasilan saya sebagai modal awalnya," imbuhnya.
Saat ini, produk Yummy Craft dipasarkan dengan nilai nan beragam sesuai jenis dan material nan digunakan. Produk berbahan kanvas printing dibanderol mulai dari Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Sementara itu, produk rajutan berbahan daun gebang dijual dengan nilai Rp350 ribu hingga Rp600 ribu, menyesuaikan tingkat kerumitan dan proses pembuatannya.
Tembus Mancanegara
Produk Yummy Craft tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Melalui Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Jepang, Ambar memperkenalkan tas kanvas bermotif kuliner Nusantara kepada visitor dari beragam negara.
Pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa konsumen Jepang sangat menghargai produk berbahan alami dan ramah lingkungan. Setelah melalui proses kurasi, beberapa produk Yummy Craft sukses dipasarkan dan terjual di Jepang.
"Ternyata nan diterima dan lolos kurasi pihak Jepang adalah produk kami lantaran unik dan berbahan alami," ujarnya.
Salah satu produk clutch nan dipasarkan di Jepang dijual dengan nilai sekitar ¥5.000 yen alias sekitar Rp500 ribu per unit.
"Itu terjual dan membuktikan produk kami bisa diterima di pasar Jepang," kata Ambar.
Ke depan, Ambar berambisi semakin banyak pelaku UMKM Indonesia nan dapat menembus pasar internasional. Menurutnya, selain pelatihan, support dalam corak fasilitasi akses pasar dan ekspor sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha.
"Harapan saya, BRI tidak hanya menjadi pendamping dalam pelatihan, tetapi juga menjadi penyedia agar UMKM bisa lebih mudah masuk ke pasar global. Karena mengurus perizinan dan pembayaran internasional itu tidak mudah," ujarnya.
BRIncubator Dorong UMKM
Koordinator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana memandang perkembangan nan signifikan pada Yummy Craft setelah upaya kriya tersebut sukses meraih Juara 2 dalam program BRIncubator Lokal 2025 nan diselenggarakan pihaknya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi parameter bahwa pendampingan nan diberikan bisa membantu UMKM meningkatkan kapabilitas usahanya.
"Setelah juara, Yummy Craft makin terlihat perkembangannya," kata Jajang saat dihubungi Media Indonesia beberapa waktu lalu.
Jajang menjelaskan, BRIncubator merupakan program nan dirancang untuk membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapabilitas pelaku usaha, tetapi juga memberikan pendampingan intensif agar UMKM bisa menghadapi beragam tantangan upaya nan ada.
Selain pendampingan, peserta juga mendapatkan akses nan lebih luas terhadap kesempatan pasar. Melalui beragam aktivitas pelatihan, mentoring, dan jejaring bisnis, UMKM didorong untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produknya.
"Program BRIncubator dirancang untuk meningkatkan upaya UMKM. Ada pendampingan secara intens dan juga membuka akses pasar," ujar Jajang.
Menurutnya, faedah nan diperoleh peserta tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga setelahnya. Banyak UMKM nan mengalami peningkatan keahlian dalam mengelola usaha, memperkuat strategi pemasaran, hingga membangun identitas merek nan lebih kuat.
"Banyak faedah nan bisa didapat UMKM dari mengikuti BRIncubator," katanya.
Jajang menambahkan, training nan diberikan Rumah BUMN BRI mencakup beragam aspek krusial dalam pengembangan usaha. Materinya disusun secara menyeluruh, mulai dari literasi dasar, literasi bisnis, literasi keuangan, hingga literasi digital nan saat ini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku UMKM.
"Jadi sebenarnya nan kami adakan untuk training reguler itu semuanya merata. Mulai dari literasi dasar, literasi bisnis, literasi keuangan, hingga literasi digital. Biasanya mentor juga memberikan tugas untuk mengasah keahlian para pelaku UMKM," jelasnya.
Ia menilai penguasaan digital marketing menjadi salah satu kunci nan perlu dimiliki UMKM untuk berkembang. Menurut Jajang, produk UMKM sering kali mempunyai nilai tambah berupa cerita di kembali proses produksi maupun karakter produknya. Karena itu, keahlian memasarkan cerita tersebut melalui media digital dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat branding.
"UMKM kudu menguasai digital marketing. Kehadiran produk di platform digital maupun social commerce juga dapat menjadi sarana branding nan efektif bagi UMKM," pungkasnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·