Dandim Kediri Bantah Viral Setoran Proyek Kopdes Merah Putih ke TNI

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video nan diduga memuat percakapan soal setoran komisi alias fee proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kediri viral di media sosial.

Dalam potongan video nan viral, terlihat dua orang sedang berbincang di dalam sebuah mobil. Orang pertama ialah seorang wanita diduga berseragam ASN Kabupaten Kediri, dan orang kedua tampak sebagai laki-laki nan diduga beratribut loreng TNI.

Lebih lanjut, dalam video nan seolah direkam menggunakan kamera amatir itu, terlihat wanita nan diduga ASN tersebut menyerahkan sebuah sampulsurat alias duit kepada laki-laki nan diduga berseragam TNI. Dia kemudian menyebut duit itu adalah komisi proyek pembangunan puluhan titik KDKMP di wilayah Kediri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iki lho bagianmu, komisi kanggo kowe karo komandan Kodimmu mergo wes wenehi saya proyek Kopdes nang Kediri (Ini loh bagianmu, komisi untuk Anda dan Komandan Kodimmu soalnya sudah memberikan saya proyek Kopdes di Kediri)," ujar orang nan mengenakan baju ASN.

Kemudian laki-laki nan diduga berseragam TNI itu mempertanyakan pembagian fee nan dinilai terlalu sedikit lantaran dia sudah memberikan proyek 60 titik kopdes.

"Yo wes sak munu sek, engkok sisahe kondusif (ya sudah segitu dulu saja, kelak sisanya aman)," timpal wanita tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah dengan keras membantahnya.

Dhavid menegaskan seluruh info dalam video nan beredar di media sosial tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan kebenaran di lapangan. Pihaknya sekarang bersiap menempuh jalur norma mengenai penyebaran info tiruan itu.

"Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli di KDKMP Kediri," tegas Dhavid dalam konvensi pers di Markas Kodim 0809/Kediri, Senin (18/5).

Dhavid menilai video tersebut telah memicu kegaduhan dan potensi kesalahpahaman nan meluas di tengah masyarakat. Ia pun merasa perlu meluruskan informasi.

"Sehingga saya mengambil langkah-langkah atas video tersebut. Kami langsung mengumpulkan seluruh staf saya, para Danramil dan awak media untuk menjelaskan bahwa video itu tidak benar, bahwa video itu hoaks," ujar dia.

Dhavid memastikan dirinya sama sekali tidak pernah berkomunikasi alias mempunyai hubungan dengan pihak-pihak dalam video tersebut. Ia apalagi baru mengetahui rekaman itu setelah gaduh di media sosial.

"Selama saya menjabat lima bulan sebagai Dandim Kediri, saya tidak pernah berasosiasi dengan ibu ASN tersebut, apalagi menerima fee dari program ini," katanya.

Lebih lanjut, dia meluruskan bahwa KDKMP bukanlah proyek komersial. Program ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI nan berpayung norma pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Dalam skemanya, pemerintah wilayah bekerja menyediakan lahan, sementara Kodim bertanggung jawab pada pembangunan bentuk lewat sistem padat karya. Adapun anggaran program dikelola oleh Agrinas di bawah penanggung jawab Wakil Panglima TNI.

"Saya selaku kepala aktivitas Satgas KDKMP di bawah Agrinas, Danramil sebagai koordinator unit, dan Babinsa sebagai kepala unit. Kami setiap hari turun langsung ke lokasi. Tidak ada intervensi dari ASN maupun pihak lain," jelas Dhavid.

Dhavid menyayangkan pihak nan mencatut nama lembaga TNI dan menyudutkan anggotanya di lapangan. Ia menegaskan tidak bakal tinggal tak bersuara jika terbukti ada unsur tuduhan nan sengaja diembuskan.

"Saya sangat tidak terima andaikan ada Babinsa saya dibuat seperti itu. Kalau memang itu benar, saya siap dimintai keterangan. Tapi andaikan itu salah, bakal saya cari orangnya, apa maksud dari video nan tersebar itu," ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial dan tidak mudah menelan mentah-mentah info nan belum jelas sumbernya.

"Kami minta kepada masyarakat dan rekan-rekan media agar bijak bermedia sosial. Kalau ada info seperti itu, silakan konfirmasi terlebih dulu kepada kami," tuturnya.

Untuk mencegah disinformasi serupa, Dhavid memastikan pintu Makodim 0809/Kediri terbuka lebar selama 24 jam sebagai wadah konfirmasi bagi publik mengenai program strategis pemerintah.

"Kami siap 24 jam untuk memberikan penjelasan mengenai program-program pemerintah. Jangan sampai masyarakat termakan info nan belum jelas kebenarannya," ujarnya.

Melalui penjelasan resmi ini, dia berambisi bisa menjadi penyeimbang info nan terlanjur liar di media sosial.

"Semoga penjelasan kami ini bisa diterima. Untuk siapa pun nan mengunggah alias menyebarkan ulang video tersebut, kami minta lakukan penjelasan terlebih dulu sebelum membagikannya," tutup Dhavid.

(frd/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional