Dandim Kediri Bantah Video Oknum TNI dan ASN Bahas Proyek KDKMP: Hoaks

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Ilustrasi hoaks. Foto: Shutter Stock

Komandan Kodim 0809/Kediri, Dhavid Nur Hadiansyah, membantah video nan memperlihatkan oknum TNI dengan oknum ASN tengah membahas proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Nur Hadiansyah mengatakan video tersebut hoaks.

"Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli di KDKMP Kediri. Sehingga saya mengambil langkah-langkah atas video tersebut. Kami langsung mengumpulkan seluruh staf saya, para Danramil dan awak media untuk menjelaskan bahwa video itu tidak benar, bahwa video itu hoaks," kata Dhavid kepada wartawan, Senin (18/5).

Dhavid menyampaikan, selama ini dirinya tidak pernah mempunyai hubungan ataupun komunikasi mengenai dugaan jual beli proyek KDKMP tersebut.

"Selama saya menjabat lima bulan sebagai Dandim Kediri, saya tidak pernah berasosiasi dengan ibu ASN tersebut, apalagi menerima fee dari program ini," ucapnya.

Ia mengatakan, KDKMP bukan proyek komersil seperti nan dinarasikan dalam video. Dalam pelaksanaannya, pemeran wilayah bekerja menyediakan lahan. Sementara, Kodim bertanggung jawab pada pembangunan bentuk dengan sistem padat karya.

Sedangkan anggaran program berada di bawah pengelolaan Agrinas dengan penanggung jawab Wakil Panglima TNI.

"Saya selaku kepala aktivitas Satgas KDKMP di bawah Agrinas, Danramil sebagai koordinator unit, dan Babinsa sebagai kepala unit. Kami setiap hari turun langsung ke lokasi. Tidak ada intervensi dari ASN maupun pihak lain," ujarnya.

Dhavid menyayangkan adanya pihak nan telah mencatut nama TNI. Ia mengatakan siap mengambil langkah norma andaikan ditemukan unsur penyebaran info palsu.

"Saya sangat tidak terima andaikan ada Babinsa saya dibuat seperti itu. Kalau memang itu benar, saya siap dimintai keterangan. Tapi andaikan itu salah, bakal saya cari orangnya, apa maksud dari video nan tersebar itu," kata dia.

Dhavid meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai info viral nan belum jelas sumber dan kebenarannya.

"Kami minta kepada masyarakat dan rekan-rekan media agar bijak bermedia sosial. Kalau ada info seperti itu, silakan konfirmasi terlebih dulu kepada kami," ujar dia.

"Semoga penjelasan kami ini bisa diterima. Untuk siapapun nan mengunggah alias menyebarkan ulang video tersebut, kami minta lakukan penjelasan terlebih dulu sebelum membagikannya," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan