Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir.(Dok. Antara)
BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai tindakan korporasi dengan membeli saham-saham di pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir. Fokus utama investasi ini menyasar saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nan dinilai mempunyai valuasi menarik serta prospek pertumbuhan nan solid.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan bahwa keputusan masuk ke pasar modal didasarkan pada pertimbangan esensial perusahaan dan potensi imbal hasil (yield) nan kompetitif dibandingkan akibat investasinya. Langkah ini telah dimulai sejak Rabu (21/10) dan bersambung hingga Kamis (22/10).
“Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham nan ada, menurut kami efektif, dan kita bakal terus selama harganya menarik, mempunyai prospek nan baik,” ujar Pandu dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).
Pandu menegaskan bahwa strategi investasi Danantara tetap berorientasi pada untung (profit oriented). Ia memandang kondisi pasar saat ini menawarkan keseimbangan risk-reward nan menarik, terutama pada emiten plat merah nan mempunyai esensial kuat. Danantara berencana untuk terus menambah kepemilikan saham secara berjenjang selama kesempatan investasi tetap menjanjikan.
Terkait dinamika pasar global, Pandu juga menyoroti rumor penyedia indeks MSCI. Ia menilai terdapat perbedaan signifikan antara persoalan nan terjadi di pasar Kuala Lumpur, Malaysia, dengan kondisi emiten di Indonesia. Oleh lantaran itu, Danantara tetap konsentrasi pada esensial domestik dalam mengambil keputusan investasi.
Sementara itu, Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan sistem investasi lembaga ini. Danantara tidak melakukan pemilihan saham secara langsung (stock picking), melainkan berkolaborasi dengan pengelola investasi profesional, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kami melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap calon mitra, termasuk menilai pengalaman, rekam jejak, serta proses investasi mereka,” jelas Stefanus. Ia menambahkan bahwa Danantara telah menempatkan biaya dalam jumlah besar di pasar domestik dan siap menambah alokasi biaya dengan besaran serupa, meski nilai pastinya belum diungkapkan ke publik.
Pendekatan kemitraan dengan pengelola ahli ini juga diterapkan Danantara untuk investasi pada ekuitas swasta (private equity) dan angsuran swasta (private credit), guna memastikan pengelolaan biaya dilakukan secara optimal dan akuntabel. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·