Jakarta -
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria menargetkan untung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp 360 triliun pada tahun ini.
Bahkan, Dony berambisi pada saat dirinya pensiun untung BUMN bisa terus meningkat hingga menyentuh Rp 450 triliun per tahun.
"Saya sendiri punya harapan, paling tidak ketika saya pensiun, BUMN itu bisa membukukan untung sedikitnya Rp 450 triliun," kata Dony dalam aktivitas Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dony sepanjang 2025 BUMN sukses membukukan untung bersih sebesar Rp 335 triliun dan membatah dugaan perusahaan pelat merah tidak untung. Kontribusi BUMN terhadap penerimaan pajak negara apalagi menyentuh ratusan triliun.
Dony mencatat kontribusi BUMN terhadap penerimaan pajak negara mencapai sekitar Rp 215 triliun. Dony memastikan BUMN berada pada posisi nan sangat kuat hingga saat ini.
"Kami sudah memberikan pajak kepada negara kurang lebih Rp 215 triliun. Jadi BUMN kita itu sangat powerful. Nah tahun ini kita membukukan untung tahun 2025, itu Rp 335 triliun. Jadi itu tidak betul jika banyak kita baca BUMN tidak pernah untung. Itu keliru," tegas Dony.
Dony menambahkan, kontribusi dividen BUMN terhadap negara setara dengan sepertiga dari APBN. Ia pun meyakini, BUMN di bawah kelolaan Danantara dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jadi bahwa memang BUMN dengan pengelolaan Danantar nan hari ini kita kelola dengan pendekatan nan lebih baik, kita harapkan bakal memberikan kontribusi nan maksimal bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan," pungkasnya.
(ily/hns)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·