CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani (tengah) membuka Danantara Housing Expo 2026 di NICE Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, kemarin.(ANTARA/M HERIYANTO)
BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan transaksi janji jual beli kediaman mencapai Rp6 triliun-Rp10 triliun dalam penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026.
Danantara Housing Expo 2026 digelar selama empat hari, 27 hingga 30 Agustus 2026 di NICE, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten.
"Target transaksi kita paling tidak sampai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun, itu nan kita harapkan," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, kemarin.
Untuk mempermudah akses terhadap hunian, Dony mengatakan Danantara Housing Expo 2026 menawarkan skema angsuran pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kesempatan orang untuk mendapatkan rumah lebih panjang, lebih luas. Kalau tenor 40 tahun kan cicilannya jadi kecil. Ini tentu sangat berfaedah untuk semua orang," ujar Dony.
Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan properti dari lebih dari 130 developer perusahaan BUMN dan swasta.
Pilihan properti terbagi ke dalam sejumlah zona, ialah first home, family home, dan premium living, masing-masing menyasar kebutuhan dan keahlian pembelian konsumen nan berbeda.
Khusus developer BUMN, sebanyak 12 developer menawarkan sebanyak 16.559 unit dari 98 proyek nan tersebar di 23 provinsi, dengan nilai inventori properti nan ditawarkan mencapai Rp9,79 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.611 unit merupakan kediaman untuk MBR, sedangkan 9.948 unit lainnya merupakan kediaman non-MBR.
Expo tersebut ditujukan untuk menjangkau beragam segmen masyarakat, mulai MBR hingga konsumen nan memerlukan kediaman di segmen menengah dan premium.
Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyediakan skema pembiayaan dengan duit muka mulai 1%, suku kembang tetap di lima tahun pertama sebesar 2,75%, dan tenor hingga 40 tahun.
Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026, terdapat sekitar 9,29 juta rumah tangga nan belum mempunyai rumah. Selain itu, sekitar 18 juta rumah tangga tetap tinggal di kediaman nan belum memenuhi standar kelayakan.
Dukung Pertumbuhan
Pada kesempatan nan sama, Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob T Ananta mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri perumahan di Indonesia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kediaman sesuai dengan prinsip syariah.
"Kami mendukung pertumbuhan industri perumahan di Tanah Air. Saat ini BSI menjalin kerja sama dengan lebih dari 3.500 rekanan developer nan bisa menyediakan properti bagi pengguna sesuai dengan kemampuan. Melalui Danantara Housing Expo, kami optimistis bisa menjangkau pengguna lebih luas dan memberikan faedah dengan angsuran tetap, promo menarik, dan juga bebas appraisal," ujarnya.
Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan nan berkualitas, BSI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pembiayaan. (Ifa/E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·