Danantara Disebut Mau Beli Saham Bursa

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) disebut telah mengusulkan porsi saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut dimungkinkan berasas Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) mengenai demutualisasi BEI.

Aturan tersebut memuat tiga lembaga negara nan dimungkinkan menjadi pemegang saham BEI, ialah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan BPI Danantara. Saat ini, patokan demutualisasi tetap disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum mengusulkan pembahasan sebagai pemegang saham BEI. Namun dia menyebut, BPI Danantara telah mengusulkan minat untuk membeli saham BEI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum mengusulkan pembahasan untuk beli saham, tapi jika saya nggak salah Danantara sudah mengusulkan untuk membeli saham Bursa," ungkap Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani menyatakan minat menjadi salah satu pemegang saham BEI. Menurutnya, demutualisasi bursa ini merupakan langkah agar tata kelola bursa Indonesia lebih transparan.

Rosan menjelaskan keterlibatan Sovereign Wealth Fund (SWF) dalam bursa pengaruh merupakan perihal lumrah nan dilakukan oleh pengelola biaya kekal di beragam negara. Di sisi lain dengan mengambil porsi saham ini, Rosan menyebut dapat meningkatkan kepercayaan (trust) bagi pelaku pasar modal.

"Tentunya kita berkeinginan ya di demutualisasi nan dilakukan oleh OJK, oleh bursa ini, lantaran ini juga memang salah satu nan memang perlu dilakukan oleh OJK dan ini juga salah satu masukan juga kan gimana agar bursa kita ini lebih baik, baik dari segi tata kelola, baik dari segi transparansi, akuntabilitas," ujar Rosan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Sebagai informasi, ketentuan demutualisasi bakal diatur dalam Peraturan OJK (POJK). Ketentuan tersebut ditargetkan rampung bulan September mendatang. Kebijakan ini juga mencontoh sejumlah bursa bumi nan telah melakukan demutualisasi, seperti Hong Kong Stock Exchange (HKEx).

"Yang kita anggap sukses misalnya dari Hong Kong, kita sudah bicara. Kemarin kita ketemu dengan manajemen, CEO, dan tim manajemen Hongkong Stock Exchange, salah satu topiknya kita mau menjadikan experience mereka sebagai benchmark," Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/6).

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance