Dampak kemarau, Kebutuhan Pokok di Subang Alami Kenaikan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dampak kemarau, Kebutuhan Pokok di Subang Alami Kenaikan Para pedagang mengakui mulai terjadi kenaikan kebutuhan pokok, terutama komoditas pertanian nan dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat musim kemarau.(MI/Reza Sunarya)

DAMPAK kekeringan mulai dirasakan pada sektor pangan. Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengalami kenaikan cukup signifikan di sejumlah komoditas.

Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang berbareng sejumlah lembaga mengenai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Subang. Dari hasil inspeksi mendadak tersebut, nyaris seluruh kebutuhan pokok tercatat mengalami kenaikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada sejumlah komoditas pertanian.

Harga jagung misalnya, sekarang mencapai Rp14 ribu per kilogram, alias naik dua kali lipat dibandingkan sebelumnya nan berada di kisaran Rp7 ribu per kilogram. Kacang panjang naik dari Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan antara 10 hingga 30 persen. Kondisi serupa terjadi pada cabe dan komoditas pertanian lainnya nan pasokannya mulai berkurang.

"Tadi ada kacang tanah, kenaikannya lebih dari 50 persen. Ada jagung juga. Cabai rawit juga cukup lumayan, di atas 25 persen," Kepala DKUPP Subang, Yeni Nuraeni,Selasa (11/8).

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas pertanian tidak terlepas dari kondisi musim kemarau nan berakibat terhadap produksi dan pasokan.

Selain sayuran, nilai daging ayam juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Sementara nilai daging sapi tetap relatif stabil di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Harga telur juga tetap berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Harga beras dan Minyakita turut mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram.

Yeni menyebut, berkurangnya pasokan juga mulai berakibat terhadap nilai beras. Kenaikan nilai tersebut mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku kudu mengatur kembali shopping lantaran duit nan dikeluarkan untuk mendapatkan kebutuhan nan sama sekarang lebih besar. Ia berambisi pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan.(H-4)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia