Peternak berasal dari Cipatujah sengaja memanfaatkan rumput untuk pakan ternak berupa sapi, domba, kambing dilakukan di Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi lantaran lahan di wilayahnya kering hingga pemilik kerbau melepaskan peliharaanya lantaran kondisi air men(MI/KRISTIADI)
Musim tandus panjang nan melanda sejak April 2026 mengakibatkan debit air di lokasi wisata Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menyusut drastis. Fenomena ini tidak hanya memukul sektor pariwisata, tetapi juga memicu kandas panen pada ratusan hektare lahan pertanian di sekitarnya.
Penurunan debit air tersebut berakibat langsung pada sedikitnya 230 hektare lahan pertanian. Banyak petani dilaporkan mengalami kandas panen alias puso, sementara sebagian lainnya sama sekali tidak bisa mengolah lahan akibat ketiadaan pasokan air irigasi.
Kondisi ini juga memaksa para peternak dari luar wilayah untuk berburu pakan hingga ke area Situ Gede. Tata (55), seorang peternak sapi asal Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku kudu menempuh perjalanan jauh lantaran rumput di wilayahnya telah mengering sejak Maret lalu.
"Kami berbareng para peternak sapi, domba, dan kambing kelimpungan sejak April lantaran lahan rumput kering. Kami mencari sampai ke wilayah Garut dan akhirnya menemukan rumput hijau di area Situ Gede nan airnya sedang menyusut," ujar Tata, Kamis (3/9/2026).
Tata menjelaskan, dia berbareng rombongan peternak lainnya rutin mendatangi Situ Gede dua kali seminggu menggunakan mobil pikap. Dalam sekali jalan, mereka kudu mengumpulkan sedikitnya 12 karung rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan selama lima hari.
Dampak Ekonomi bagi Pelaku Wisata
Penyusutan air Situ Gede juga mematikan aktivitas wisata air. Deni Ramdani (46), pemilik perahu wisata, mengungkapkan bahwa kejadian El Nino tahun ini sangat terasa dampaknya. Perahu-perahu wisata sekarang terhenti total lantaran air nan tersisa hanya berasal dari mata air, sementara aliran dari irigasi Cibanjaran telah terputus.
"Dari luas Situ Gede nan mencapai 47 hektare, sekarang nan tergenang air hanya tersisa kurang lebih 20 hektare. Pemilik perahu tidak ada nan beraktivitas. Untuk memperkuat hidup, kami beranjak berdagang makanan ringan di area situ nan kering," kata Deni.
Meski visitor menurun drastis, sejumlah pedagang warung nasi di area tersebut tetap memperkuat dengan mendirikan saung sederhana di pinggir area nan mengering. Selain dimanfaatkan peternak untuk menyabit rumput, area dasar situ nan mengering sekarang juga dijadikan tempat penggembalaan kerbau oleh penduduk setempat.
Kondisi kekeringan di Situ Gede ini dilaporkan telah berjalan selama lima bulan terakhir, menyebabkan penurunan penghasilan nan signifikan bagi para pelaku upaya jasa wisata dan kuliner di salah satu destinasi unggulan Kota Tasikmalaya tersebut.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·