Dampak Gaya Hidup Digital terhadap Kehidupan dan Perkembangan Remaja

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Dampak Gaya Hidup Digital terhadap Kehidupan dan Perkembangan Remaja Ilustrasi(magnifik)

TEKNOLOGI digital sekarang susah dipisahkan dari kehidupan remaja. Ponsel, internet, dan media sosial tidak hanya digunakan untuk mencari hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengekspresikan diri. Perubahan tersebut perlahan membentuk kebiasaan baru nan ikut memengaruhi langkah remaja berpikir, berinteraksi, dan berperilaku.

Dalam tulisan Agribisnis Digital Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membahas gimana style hidup digital membawa faedah sekaligus akibat bagi perkembangan remaja.

Teknologi Mempermudah Belajar dan Berkarya

Di satu sisi, kehidupan digital memberikan banyak kesempatan bagi remaja. Akses internet memungkinkan mereka memperoleh info dalam waktu singkat tanpa terbatas ruang dan waktu. Berbagai platform digital juga dapat digunakan untuk mengikuti pembelajaran, mengembangkan keterampilan, menemukan komunitas, hingga menyalurkan kreativitas.

UNESA menilai teknologi dapat membantu remaja memperluas wawasan dan menjadi lebih terbuka terhadap perkembangan global. Kehadiran beragam sumber info juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi minat serta mengembangkan talenta secara lebih luas.

Namun, kemudahan tersebut dapat berubah menjadi persoalan ketika penggunaan teknologi tidak lagi terkendali.

Ketika Dunia Maya Mulai Menggeser Kehidupan Nyata

Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat membikin hubungan tatap muka semakin berkurang. Remaja nan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar juga berisiko mengalami penurunan konsentrasi ketika belajar dan menjadi terlalu berjuntai pada gawai.

Masalah lain muncul dari media sosial. Menurut UNESA, paparan konten dan kebiasaan membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain di bumi maya dapat memengaruhi rasa percaya diri. Dalam kondisi tertentu, perihal tersebut dapat berangkaian dengan munculnya stres, kecemasan, hingga depresi.

Paparan konten negatif juga tidak dapat diabaikan. Tanpa keahlian memilah info dan memahami etika digital, apa nan dilihat remaja di internet berpotensi memengaruhi pola pikir maupun perilaku mereka.

Literasi Digital Jadi Bekal Penting

Karena itu, persoalan style hidup digital bukan semata-mata mengenai berapa lama remaja menggunakan perangkat, tetapi juga gimana teknologi tersebut digunakan. Kemampuan mengendalikan diri, memahami etika bermedia sosial, serta memilah info menjadi bagian krusial dari literasi digital.

UNESA menekankan perlunya keterlibatan orang tua dan sekolah dalam membimbing remaja. Keseimbangan antara kehidupan virtual dan kehidupan nyata perlu dijaga agar teknologi menjadi perangkat untuk berkembang, bukan justru mengambil alih kehidupan sosial mereka.

Pada akhirnya, menjadi generasi nan melek teknologi bukan berfaedah kudu selalu terhubung dengan layar. Justru, kecakapan digital perlu melangkah beriringan dengan keahlian bersosialisasi, mengelola diri, dan membangun hubungan nyata.

Sumber: Artikel “Dampak Gaya Hidup Digital terhadap Remaja” dari Agribisnis Digital, Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia