Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa dan santri Manbaul Hikam Sidoarjo bertambah. Sebelumnya berjumlah 664, sekarang menjadi 730 orang per hari ini, Kamis (3/9).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmita Herawati, mengatakan jumlah itu dihimpun dari korban nan masuk rumah sakit maupun nan melaporkan diri berobat ke sejumlah akomodasi pelayanan kesehatan (fasyankes).
"Jadi gini untuk total pasien nan kami himpun saat ini, artinya nan kami info ini nan sudah kami bisa peroleh ketika mereka masuk ke rumah sakit alias mereka melaporkan ketika berobat ke beberapa fasyankes. Artinya bisa master praktik swasta, bidan, maupun Puskesmas. Ini totalnya 730 pasien," kata Lakhsmita saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).
Dari total itu, kata Lakhsmita, sebanyak 23 pasien tetap menjalani rawat inap hingga pukul 15.10 WIB. Lalu, 706 korban lainnya rawat jalan dan satu pasien tetap dalam tahap observasi.
"Saat ini, sampai jam 15.10 info terakhir adalah tetap rawat opname itu 23 orang. Kemudian nan sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 706. Dan saat ini tetap ada observasi pasien 1 orang," ucapnya.
Ia menyampaikan, satu pasien nan tetap diobservasi itu sekarang berada di RSUD Notopuro Sidoarjo.
"Untuk observasi sejenak di RSUD Notopuro," katanya.
Sebelumnya, dugaan keracunan itu setelah para siswa dan santri mengonsumsi MBG pada Selasa (1/9). Mereka mengalami gejala, mulai dari mual, muntah, pusing hingga diare.
SPPG Kalitengah di-Suspend
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayi Wibowo, mengatakan pihaknya, langsung mendatangi SPPG Kalitengah, Tanggulangin, nan menyuplai MBG tersebut.
BGN kemudian menerbitkan surat suspend terhadap SPPG tersebut. Penghentian operasional dilakukan sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
"Ya, per kemarin tadi malam kami mendapatkan informasi, kami dari BGN Provinsi serta Korwil Sidoarjo langsung turun ke lapangan. Kami investigasi dan melaporkan ke ketua pusat, Bapak Kepala Badan langsung, Pak Sudaryono," kata Teguh.
"Sementara, awalnya di malam hari itu sudah kita hentikan. Tapi per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Sambil di awal, jadi untuk tim pusat pun bakal datang di hari ini juga untuk investigasi lebih lanjut apakah suspend ini ringan alias berat. Ya, sudah tidak beraksi untuk saat ini," tambah dia.
SPPG Kalitengah diketahui menjadi dapur nan memasok MBG kepada 19 lembaga pendidikan nan kemudian melaporkan adanya siswa dan santri dengan keluhan kesehatan.
Tak ada korban meninggal dunia
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, membantah adanya info korban meninggal dunia.
"Tolong juga, tadi ada berita minta maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada nan meninggal. Kita doakan semua bisa bukan hanya doakan, tapi diikhtiarkan oleh tenaga medis. InsyaAllah sudah ada nan bisa dipulangkan. Banyak nan bisa dipulangkan," ucap Emil.
Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Di sisi lain, Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf setelah ratusan siswa dan santri diduga mengalami keracunan.
"Mohon maaf ya, saya menyesal," ujar Rafli di SPPG Kalitengah, Sidoarjo, Rabu (2/9).
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·