Kekeringan di Aceh.(Dok. MI)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat panjang hingga ekstrem. Fenomena El Nino 2026 ini diprediksi bakal memberikan akibat signifikan terhadap beragam sektor strategis di wilayah tersebut.
Merespons kondisi ini, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penambahan anggaran penanganan kebencanaan melalui anggaran perubahan. Fokus utama penambahan ini adalah untuk mengatasi akibat kekeringan nan mulai meluas.
"Untuk anggaran perubahan, kita tambah lagi, khususnya untuk mengatasi akibat kekeringan," ujar Ruruh pada Sabtu (9/8/2026).
Koordinasi Lintas Sektor dan Bantuan Air Bersih
Selain penguatan anggaran, BPBD DIY juga aktif menjalin koordinasi dengan pihak swasta untuk terlibat dalam pendistribusian air bersih ke titik-titik nan membutuhkan. Ruruh menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan support penuh jika pemerintah kabupaten alias kota mengalami hambatan dalam penanggulangan di wilayahnya.
"Jika kabupaten/kota tidak bisa menanggulangi sendiri, kami di provinsi siap mem-backup," tegasnya.
Dukungan Peralatan untuk Relawan
Sebagai langkah konkret di lapangan, BPBD DIY telah menyalurkan 13 jenis peralatan operasional untuk menunjang kerja relawan di tingkat tapak. Peralatan tersebut mencakup genset, lampu tembak, angkong (kereta dorong), sekop, chainsaw (gergaji mesin), linggis, sepatu boot, helm safety, jas hujan, sarung tangan, kabel listrik, hingga tenda.
Ruruh menyebut relawan sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana. "Bantuan ini merupakan corak support untuk bersama-sama mendorong dan memberikan apresiasi kepada masyarakat agar selalu dalam suasana kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana," tambahnya. Pengadaan akomodasi ini disebut merupakan hasil kemitraan solid antara pemerintah wilayah dengan DPRD DIY.
Peringatan BMKG Terkait Risiko Sektoral
Sebelumnya, pada Rabu (5/8/2026), BMKG DIY telah melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY untuk memaparkan perkembangan terkini El Nino 2026. Koordinator BMKG DIY, Ardhianto Septiadhi, mengungkapkan bahwa pemantauan hingga akhir Juli 2026 menunjukkan indikasi kekeringan meteorologis nan serius.
Kondisi HTH kategori ekstrem ini berpotensi mengganggu sektor-sektor vital seperti akibat kandas panen), penurunan debit air), potensi kebakaran lahan, dan kesehatan masyarakat.
Ardhianto menegaskan bahwa BMKG berkomitmen menyediakan info berbasis akibat (Impact-Based Forecast). Hal ini bermaksud agar pemerintah wilayah dapat mengambil langkah mitigasi nan lebih presisi dan awal guna meminimalisir kerugian akibat kejadian El Nino tahun ini. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·