Daftar Pihak Bantah Terlibat Korupsi MBG Usai 'Nyanyian' Sony Sanjaya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pihak langsung bereaksi keras usai namanya muncul dalam daftar pihak nan ikut terlibat dalam dugaan kasus korupsi program makan bergizi cuma-cuma (MBG) nan menyeret tiga ketua Badan Gizi Nasional (BGN).

Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya selalu salah satu tersangka, sebelumnya telah mengusulkan justice collaborator (JC) untuk mengungkap secara terang benderang pihak-pihak lain nan terlibat dalam kasus itu.

Selain Sony, dua tersangka lainnya ialah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuasa norma Sony, Krisna Murti mengungkap ada 26 nama nan terlibat dalam kasus korupsi MBG. Menurut Krisna, mereka tersebar baik dari eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

"Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. (Total jumlah nama) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," ujar Krisna.

Meski nama-nama itu hanya diserahkan ke interogator Kejaksaan Agung, namun, daftarnya kadung tersebar ke media sosial. Walhasil, beberapa di antaranya langsung menyampaikan bantahan.

Partai Demokrat

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menegaskan tak tahu menahu dalam kasus tersebut. Mereka membantah terlibat dalam pengadaan titik dapur MBG.

Partai Demokrat menyebut Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak pernah merekomendasikan siapapun untuk ikut bermain dalam proyek MBG seperti nan disebutkan.

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta support kepada Saudara Sony Sonjaya mengenai program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Komisi kesehatan DPR

Selain Demokrat, sanggahan juga disampaikan ketua Komisi kesehatan DPR. Wakil Ketua Komisi tersebut, Yahya Zaini menyebut info nan sempat beredar di media sosial dan menyebut keterlibatan pihaknya adalah hoaks.

"Tidak benar, semua personil Komisi IX tidak terlibat korupsi di BGN. Itu infonya hoaks," kata politikus Partai Golkar itu saat dihubungi, Rabu (10/6).

Wakil ketua KPK

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto bereaksi keras dan membantah setelah namanya ikut beredar. Fitroh mengaku sama sekali tidak mengenal Sony Sonjaya.

"Saya tidak kenal secara individual dengan Sony dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur, apalagi membeli titik lantaran saya tidak upaya dapur," ujar Fitroh saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Rabu (10/6).

Sementara, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan Fitroh tidak mempunyai hubungan dengan Sony Sonjaya. Adapun untuk yayasan nan dikaitkan dengan program MBG, itu sudah dibentuk jauh-jauh hari sebelumnya.

"Pak Fitroh Rochcayanto tidak mengenal kerabat Sony Sonjaya," ucap Budi.

"Kemudian mengenai yayasannya sudah dibentuk jauh sebelum adanya program MBG. Yayasan ini konsentrasi bergerak dalam beragam aktivitas sosial, seperti pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar," lanjutnya.

Wamendagri Bima Arya

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengakui sempat berkoordinasi dengan BGN. Namun, komunikasi itu hanya mengenai tugas kerja, bukan untuk kepentingan pribadi.

Bima menjelaskan berdasar Keppres Nomot 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, diatur beberapa tugas dari Kemendagri.

Salah satunya adalah memfasilitasi penyelesaian hambatan dan halangan dalam penyelenggaraan MBG berbareng pemerintah wilayah dan BGN.

"Tidak ada kepentingan pribadi, apalagi sampai mempunyai dapur. Saya hanya berjumpa dan berkoordinasi dengan ketua BGN di rapat koordinasi resmi," katanya.

KSP Dudung Abdurrachman

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman mengaku pernah menghubungi eks Kepala BGN Dadan Hindayana mengenai permintaan sebuah pesantren untuk jadi penerima faedah sekaligus pelaksana MBG. Namun dia menyatakan tidak terlibat proses selanjutnya.

Dudung juga menegaskan dirinya tak pernah mempunyai SPPG melalui Kepala BGN Dadan Hindayana.

"Ada buletin Pak Dudung katanya punya titik dapur melalui Pak Dadan. Saya informasikan, jadi beberapa bulan nan lampau mungkin enam bulan nan lampau saya kan dekat dengan pesantren," kata Dudung dalam konvensi pers di KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).

Partai Gerindra

Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi menegaskan tak ada petunjuk partai untuk kader agar membangun SPPG. Dia bilang, kepemilikan SPPG oleh sejumlah kadernya adalah inisiatif pribadi.

"Karena ada juga dibawa-bawa nama partai, tapi nan bisa kami sampaikan mewakili partai bahwa tentu tidak ada petunjuk institusional gitu," ujar Pras di instansi Kemenko Pangan, Kamis
(11/6).

"Kalau pun ada nan dianggap kader alias perorangan, ialah tentu atas inisiatif masing-masing," imbuhnya.

Meski begitu, Pras tak membantah tegas kepemilikan SPPG oleh sejumlah kader partainya.

Menurut Pras, kepemilikan SPPG oleh kader alias personil partai bukan sesuatu nan dilarang. Dia bilang, nan tidak dibolehkan adalah melanggar ketentuan prosedur.

"Dan perlu kami sampaikan di dalam internal partai kami berulang kali menekankan bahwa kepada saudara-saudara nan personil Partai Gerindra nan apa namanya mempunyai dapur-dapur SPPG untuk untuk kudu wajib menjaga kualitas sebagaimana standar nan sudah kita tetapkan," katanya.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional