Ilustrasi(MI/Heri Susetyo)
PUSAT Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) mempercepat proyek peninggian tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71, perbatasan Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, dan Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Langkah darurat ini diambil setelah volume air dan lumpur dilaporkan telah melampaui ketinggian bibir tanggul lama.
Pantauan di letak pada Senin menunjukkan tiga unit perangkat berat telah disiagakan di area terdampak. Satu di antaranya merupakan ekskavator nan aktif melakukan pengurukan tanah untuk meninggikan tanggul pembatas.
Menurut penduduk setempat, aktivitas perangkat berat ini sudah berjalan intensif sejak Jumat (4/6). Kenaikan drastis permukaan lumpur diduga kuat terjadi akibat berhentinya aktivitas pembuangan material lumpur ke Sungai Porong.
"Sejak tidak ada pembuangan ke Sungai Porong, permukaan air dan lumpur terus naik. Sekarang permukaannya sudah lebih tinggi dari bibir tanggul lama, makanya kudu ditinggikan," kata Misno,60, salah satu penduduk nan terdampak, Kamis (11/6).
Jika proyek peninggian ini terlambat ditangani, luapan lumpur dikhawatirkan bakal langsung berakibat pada urat nadi transportasi Jawa Timur nan berada tepat di sisi luar tanggul. Masing-masing jalur rel Kereta Api Porong dan Jalan Raya Protokol Porong.
Meski menyambut baik langkah sigap PPLS, penduduk menyayangkan metode pengambilan material tanah uruk nan dinilai terlalu dekat dengan struktur tanggul eksisting. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu masalah baru berupa kelongsoran.
"Tanah untuk peninggian diambil sangat dekat dengan tanggul lama. Saat ini antisipasinya baru dipasang penahan darurat dari gedek (anyaman bambu) dan tiang bambu," kata Usmin, 54, penduduk Desa Jatirejo.
Sebagai informasi, semburan lumpur Lapindo telah aktif selama 20 tahun sejak pertama kali keluar pada 29 Mei 2006. Fenomena penurunan muka tanah (subsidence) nan terus terjadi di sekitar pusat semburan membikin struktur tanggul di area ini memerlukan perawatan dan peninggian secara berkala demi menjaga keamanan wilayah sekitar. (HS/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·