Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 16 Mei 2026 |20:05 WIB

Pelemahan rupiah membikin kalangan pengusaha resah. Pasalnya, banyak sektor industri terdampak akibat anjloknya nilai tukar rupiah. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, rupiah pada perdagangan kemarin ditutup melemah di level Rp17.596 per dolar AS.
Pelemahan rupiah membikin kalangan pengusaha resah. Pasalnya, banyak sektor industri terdampak akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Mengutip info Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sektor upaya nan paling rentan terdampak tekanan tersebut antara lain industri dengan tingkat ketergantungan impor nan tinggi, seperti petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, hingga manufaktur berbasis energi.
Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani mengatakan, kenaikan nilai nafta sebagai bahan baku utama industri plastik telah memicu lonjakan nilai resin hingga puluhan persen.
Kondisi tersebut menciptakan pengaruh berantai nan memukul industri bungkusan serta beragam sektor hilir lainnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·