Daftar 5 Orang Terlapor Kasus Hafalan Al-Quran Ditukar Miras

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Advokat Muhammad Rizki dari Tim Hukum Muslim sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya mengenai aktivitas promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan mahfuz Al-Qur'an di pagelaran musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Laporan Rizki diterima dan terdaftar dengan nomor LP/B/5914/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 11 Agustus 2026. Lima orang nan dilaporkan adalah event organizer (EO), produsen miras, dua orang pembawa aktivitas alias MC dan wanita pelantun Al-Quran.

"Hari kami bakal laporkan kurang lebih lima pihak. nan pertama itu adalah EO dari aktivitas tersebut, aktivitas sampah tersebut. nan kedua, produsen daripada miras. nan ketiga, ada dua orang MC. Lalu nan terakhir itu wanita nan melafazkan Al-Qur'an demi mendapatkan satu botol miras, gitu," kata Rizki di Polda Metro Jaya, Selasa (11/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara merujuk pada surat tanda penerimaan laporan, tertulis pihak terlapor di antaranya ialah atas nama Revnaldo Ega S, atas nama Newport (Orang Tua Group) dkk dan atas nama The Sounds Project.

Dalam laporannya, Rizki melaporkan soal dugaan tindak pidana penistaan kepercayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sebelumnya, aktivitas promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan mahfuz Al-Qur'an dalam pagelaran musik The Sounds Project nan digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta Utara viral di media sosial.

Dalam video viral, visitor merekam momen sebuah booth produk miras nan gelar tantangan (challenge) mahfuz salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an ialah Ad-Duha bagi pengunjung, dengan hadiah diduga sebotol miras nan dipromosikan.

Pada unggahan di akun media sosial IG resmi The Sounds Project selaku penyelenggara pun buka bunyi mengenai peristiwa itu.

"Kami sebagai penyelenggara aktivitas turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak bakal pernah, membenarkan perilaku nan menjadikan kepercayaan sebagai bahan challenge alias promosi produk dalam corak apa pun," demikian pernyataan resmi nan dikutip dari akun IG The Sounds Project.

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.

Sementara itu, pemandu aktivitas alias MC di booth Newport dalam aktivitas The Sounds Project juga telah meminta maaf secara terbuka. Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, nan dimiliki Revnaldo Ega.

"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian nan terjadi saat aktivitas berlangsung," kata dia.

"Kejadian tersebut merupakan tindakan spontan audiens dan tidak mengenai dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya.

Kemudian, manajemen Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan buntut kasus promosi miras tersebut.

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran pagelaran musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian nan menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan nan terjadi," kata Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangannya, Rabu (11/8).

Handoko menyatakan bahwa aktivitas itu bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun pengarahan nan dibuat alias direncanakan oleh Newport. Ia pun menyatakan aktivitas itu muncul secara spontan dari visitor nan berada di lokasi.

"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan nan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta budaya istiadat nan dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap dia.

(dis/dal)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional