
Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
PELATIH Timnas Saint Kitts and Nevis, Marcelo Serrano, bereaksi usai timnya kalah telak 0-4 dari Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Ia menyebut konsentrasi pemain nan menurun menjadi salah satu aspek kekalahan skuad The Sugar Boyz -julukan Timnas Saint Kitts and Nevis- dari Timnas Indonesia.
Saint Kitts and Nevis kalah telak 0-4 dari Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026 malam WIB. Empat gol nan bersarang ke gawang Julani Archibald dicetak Beckham Putra (15’, 25’), Ole Romeny (53’), dan Mauro Zijlstra (75’).
Beckham Putra cetak 2 gol di laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
1. Saint Kitts and Nevis Sempat Main Bagus
Marcelo Serrano menilai jika anak asuhnya tampil baik sebelum Beckham mencetak gol pembuka. Ia juga menyinggung kesempatan pertama Saint Kitts and Nevis nan dirasa situasi bakal berbeda umpama berbuah menjadi gol.
“Berbicara tentang pertandingan, saya rasa sebelum gol tercipta, kami tampil sangat terorganisir saat menghadapi tim nan sangat kuat. Para pemain kami memahami model permainan dan strategi nan diterapkan,” kata Marcelo Serrano dalam konvensi pascalaga, Minggu (29/3/2026).
“Di awal laga, kami apalagi mempunyai kesempatan pertama. Menurut saya, jika kami sukses mencetak gol saat itu, jalannya pertandingan bisa sedikit berbeda. Namun tentu saja, Indonesia mempunyai tim nan sangat bagus,” sambung pembimbing asal Brasil.
2. Konsentrasi Pemain Menurun
Marcelo Serrano mengungkapkan konsentrasi pemain mulai menurun setelah gol pertama Timnas Indonesia. Namun, dia menilai permainan skuadnya lebih baik setelah jarak turun minum, terlepas dari kebobolan dua gol di babak kedua.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·