Jakarta -
Pedagang plastik di Jakarta mengeluhkan naiknya nilai plastik di pasaran. Pedagang menyebut kenaikan nilai plastik dimulai saat bulan Ramadan akibat perang Timur Tengah.
Seorang pedagang plastik berjulukan Midi (38) mengatakan kenaikan nilai plastik terjadi sampai 10 kali sejak Ramadan. Dia mengaku pusing lantaran nilai plastik terus naik.
"Masuk bulan puasa kemarin itu udah mulai naik, nggak langsung ya, maksudnya berjenjang kenaikannya itu. Bertahap jika terhitung dari bulan puasa sampai sekarang bisa sekitar 10 kali update kenaikan itu, agak pusing juga," ujar Midi ditemui di tokonya di area Mampang Prapatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Midi menduga kenaikan tersebut imbas kenaikan nilai bahan baku plastik. Midi menyebut, akibat kenaikan itu, nilai plastik sekarang naik kisaran 45 persen.
"Naik di kisarannya rata-rata di 45%, Bang, dari nilai sebelumnya," katanya.
Midi bercerita naiknya nilai plastik menyebabkan penurunan omzet di tokonya. Menurutnya, pembeli telah mengurangi peralatan belanjaannya agar lebih hemat.
"Terasa juga penurunan, soalnya budget pembeli dari sebelumnya sekarang kan dia kudu mengeluarkan budget lebih gitu kan buat membeli plastik itu. Pasti berasa. Jadi belanjanya pasti dikurangi sama dia sendiri gitu kan biaya shopping tuh," katanya.
Midi juga menjelaskan beberapa nilai jenis plastik nan naik. Dia menjelaskan kenaikan nilai terjadi dari kantong kresek hingga plastik es.
"Ini kayak nilai jual Rp 18 ribu, sekarang kudu jual Rp 25 ribu. Kantong kresek warna putih, merek Loco, isi dia quantity di 500 gram," kata Midi.
"Ini juga naik. Kayak plastik eslah gitu, plastik buat minyak. Dari nilai jual Rp 10 ribu, sekarang kudu jual Rp 15 ribu," sambungnya.
(idn/idn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·