
Mees Hilgers meninggalkan FC Twente setelah 15 tahun bersama. (Foto: Instagram/@meeshilgerss)
PEMAIN Timnas Indonesia, Mees Hilgers, merasa sedih lantaran kisahnya berbareng FC Twente berhujung pahit. Mees Hilgers mengungkapkan banyak cerita tidak betul mengenai hubungannya dengan FC Twente.
Mees Hilgers resmi meninggalkan FC Twente pada 31 Agustus 2026 lalu. Bek berumur 25 tahun itu meninggalkan The Tukkers -julukan FC Twente- setelah 15 tahun bersama.
Mees Hilgers resmi gabung SC Heerenveen. (Foto: Instagram/@scheerenveenofficial)
1. Berusaha Lupakan FC Twente
Pemain Timnas Indonesia itu mengaku sedih jika mengingat penyebab perpisahannya dengan FC Twente. Terlebih, FC Twente adalah klub nan membesarkan nama dan kariernya.
"Saya telah mengalami begitu banyak masalah sehingga saya mau melupakan bab ini," kata Mees Hilgers, Okezone mengutip dari Twente Insite, Rabu (9/9/2026).
"Saya bermain di FC Twente dari akademi hingga tim utama. Saya mengalami hal-hal dahsyat dalam olahraga di klub tersebut, seperti sepakbola Eropa," sambung pemegang empat caps berbareng Timnas Indonesia ini.
Mees Hilgers memulai pekerjaan dari akademi FC Twente pada 2011-2012. Ia sempat memihak FC Twente beragam golongan usia sebelum debut sebagai pemain tim senior pada musim 2020-2021.
Sejak saat itu, Mees Hilgers dikenal sebagai bek handal di lini pertahanan The Tukkers. Ia menyumbang empat gol dan dua assist dari 132 pertandingan di semua kompetisi.
Sayangnya, hubungan Mees Hilgers dan manajemen klub disinyalir retak sebelum perpisahan terjadi. Keretakan itu diduga berasal dari Mees Hilgers nan mencari klub baru tetapi tak kunjung dapat.
Akibatnya, Mees Hilgers 'diasingkan' oleh klub sendiri. Ia tidak dimasukkan dalam skuad utama untuk pertandingan FC Twente. Lebih buruknya lagi, Mees Hilgers sempat mengalami cedera parah.
Pada awal musim panas, Mees Hilgers sempat diperpanjang kontraknya lantaran kesalahan sang agen. Namun akhirnya, Mees Hilgers resmi meninggalkan FC Twente untuk berasosiasi dengan SC Heerenveen pada akhir Agustus 2026.
Menurut Mees Hilgers, perpisahan ini sangat menyakitkan untuknya. Meski sudah berkeinginan untuk melupakan, Mees mengakui FC Twente merupakan tempat nan sangat berkesan untuknya.
"Lima belas tahun saya di FC Twente sangat berfaedah bagi saya. Saya berguru di Enschede dan tinggal sendiri untuk pertama kalinya. Sebagian besar teman-teman saya berasal dari sana," ujar Mees Hilgers.
"Tapi, sekarang saya tidak bisa lagi melangkah di jalanan sana seperti biasa. Sayang sekali keadaan menjadi seperti ini," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·