Pelatih veteran Dick Advocaat optimistis tim debutan Curacao bisa mengejutkan Jerman di Piala Dunia 2026. Simak persiapannya dan rekor sejarah nan dia pecahkan!(Media Sosial X)
PELATIH tim nasional Curacao, Dick Advocaat, percaya bahwa pulau mini di Karibia tersebut bisa "mencuri beberapa poin" dari juara bumi empat kali, Jerman, dalam laga debut turnamen mereka pada hari Minggu.
Pertandingan ini juga bakal mencatatkan sejarah baru bagi Advocaat. Pria asal Belanda berumur 78 tahun tersebut bakal resmi menjadi pembimbing tertua dalam sejarah Piala Dunia. Laga ini sekaligus menandai momen dirinya memimpin negara ketiga nan berbeda di arena Piala Dunia, setelah sebelumnya sempat menakhodai Belanda dan Korea Selatan.
Meski mempunyai pengalaman nan sangat luas di level klub maupun internasional, Advocaat menyebut semangat juang tim nan sukses membawa negara berpenduduk hanya 160.000 jiwa ini menembus Piala Dunia adalah nan terbaik nan pernah dia lihat.
"Semangat tim dalam tim ini adalah sesuatu nan belum pernah saya lihat sebelumnya. Sebagai sebuah negara kami bakal memberikan segalanya untuk menang bagi pulau ini, tetapi kami bukan tim favorit," kata Advocaat dalam konvensi pers sebelum pertandingan pada hari Sabtu.
"Ketika Anda berperan-serta berbareng Belanda alias tim nan lebih besar, Anda adalah salah satu favorit. Sekarang, sungguh luar biasa bisa menjadi bagian dari ini. Kami mau menunjukkan kepada mereka apa nan bisa kami lakukan dan apa nilai kami. Dan bagi pulau Curacao, sungguh luar biasa apa nan telah kami tunjukkan kepada orang-orang selama dua tahun terakhir."
Tantangan berat sekarang telah menanti anak-anak asuh Advocaat. Selain kudu berjumpa Jerman di Grup E, Curacao juga dijadwalkan menghadapi Ekuador, nan finis di ranking kedua dalam kualifikasi Amerika Selatan, serta kekuatan besar Afrika, Pantai Gading.
"Saya pikir kami kudu mencuri beberapa poin, tetapi dengan langkah nan sah. Kami mau menunjukkan kepada mereka bahwa kami mempunyai rencana nan bagus," tambah Advocaat. "Jerman bakal menjadi tim nan dominan dan itu normal."
Sikap santuy tanpa beban dari skuad Curacao sendiri telah menarik perhatian banyak fans di bumi maya. Hal ini terjadi setelah unggahan video media sosial nan memperlihatkan para pemain menyanyi dan menari dengan bugil dada di dalam bus tim menjadi viral.
"Kami adalah bangsa nan juga suka mengadakan sedikit pesta," ujar sang kapten, Leandro Bacuna. "Kami suka bersenang-senang."
Bacuna, seperti sebagian besar rekan setimnya, lahir di Belanda tetapi sangat bangga dengan warisan leluhurnya serta pencapaian berhistoris nan sukses membawa nama Curacao ke panggung dunia.
"Orang-orang kadang mengatakan saya bukan betul-betul orang Curacao. Namun mereka ini adalah orang-orang, orang tua saya, nan mencari kesempatan dan kesempatan tersebut tidak selalu ada di Curacao," tambah mantan gelandang Aston Villa tersebut. "Tetapi kami adalah orang Curacao dan kami mencintai Curacao!" (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·