BMKG Pantau Potensi Likuefaksi Pascagempa M6,7 Guncang Palu Sulteng

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2026 |15:23 WIB

BMKG Pantau Potensi Likuefaksi Pascagempa M6,7 Guncang Palu Sulteng

BMKG memantau perkembangan pascagempa di Palu.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau potensi kejadian pengetahuan bumi likuefaksi setelah gempa besar M6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (16/6/2026). Diketahui, Palu pernah mengalami kejadian likuefaksi pascagempa M7,5 pada 2018 lalu.

“Terkait dengan akibat likuefaksi ya, jadi kita tahu berbareng bahwa pada tahun 2018 ya, itu ada gempa sangat luar biasa di Palu dengan magnitudo 7,5. Itu kan ada beberapa wilayah berpotensi likuefaksi ya. Tapi tentunya dengan gempa nan saat ini 6,7, itu bisa saja kemungkinan terjadi likuefaksi, tapi kan likuefaksi tidak terjadi di semua wilayah ya, hanya wilayah-wilayah tertentu di mana wilayah itu nan wilayah nan berpasir, terus ada potensi air naik dan seterusnya, utamanya di situ,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto saat konvensi pers.

Meski begitu, kata Wijayanto, jika terjadi likuefaksi harapannya tidak signifikan seperti nan pernah terjadi pada tahun 2018 lalu. “Tapi tentunya kita berambisi untuk gempa nan 6,7 ini, misalkan itu terjadi likuefaksi, harapannya tidak signifikan seperti nan 7,5 ya. Karena memang antara 6,7 sama 7,5 itu sangat jauh sekali energinya. Jadi harapannya kelak tidak ada,” katanya.

Wijayanto kembali memastikan bahwa sampai saat ini BMKG belum menerima info gempa bumi nan menimbulkan likuefaksi maupun longsor. “Sampai saat ini kita belum menerima info (likuefaksi). Iya, sampai saat ini kita juga belum menerima info longsor.”

Dia mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan adanya kerusakan gedung akibat gempa. “Baru tadi ada kita tampilkan beberapa wilayah nan ada kerusakan ringan, dan utamanya kerusakan ringan itu bukan terjadi struktur nan rusak ya,” kata Wijayanto.

“Hanya tadi kita lihat plafon nan runtuh, terus ada sebagian dinding, sebagian pagar tadi nan runtuh, ada kafe tadi atapnya, lantaran atapnya mungkin strukturnya tidak kuat. Itu pembaruan terkini dari kita, mudah-mudahan kelak tidak ada gempa nan rusak berat gitu ya,” pungkasnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com