Pelatih Curacao, Dick Advocaat, menegaskan kekalahan telak 1-7 dari Jerman di laga debut Piala Dunia bukanlah perihal nan memalukan bagi negaranya.(FIFA)
DEBUT Curacao di panggung Piala Dunia kudu berhujung dengan tamparan realitas setelah dihajar 1-7 oleh juara empat kali, Jerman. Kendati demikian, kepala pembimbing Dick Advocaat menegaskan hasil tersebut "bukan sesuatu nan memalukan."
Advocaat, nan sekarang berumur 78 tahun dan memecahkan rekor sebagai pembimbing tertua nan tampil di putaran final Piala Dunia, sempat berteriak-teriak dari kursinya ketika tendangan terarah Livano Comenencia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun, angan itu pupus setelah Nico Schlotterbeck, Kai Havertz (dua gol), Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav bergantian membobol gawang Curacao. Gol-gol tersebut sekaligus menutup kesempatan terjadinya salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
"Tidak memalukan kalah seperti itu melawan tim sekelas mereka," ujar Advocaat dalam konvensi pers pascapertandingan di Houston.
"Tim ini (Jerman) berbobot 850 juta, sementara Curacao hanya 25 juta."
Curacao, nan merupakan negara dengan populasi terkecil nan pernah lolos ke putaran final Piala Dunia, awalnya berambisi bisa menumbangkan tim raksasa. "Namun perihal itu tidak terjadi," kata Advocaat.
"Mereka bermain sangat kuat dan kami memberikan terlalu banyak gol mudah," sesal Advocaat, nan juga sempat melatih timnas Belanda pada Piala Dunia di Amerika Serikat 32 tahun silam.
Advocaat, nan kembali menukari Curacao setelah sempat mundur pada Februari lampau lantaran putrinya sakit, menyatakan bahwa tugas utamanya sekarang adalah mengembalikan mental tim menjelang laga lanjutan Grup E melawan Ekuador pada Sabtu depan.
"Jelas 1-7 adalah kekalahan nan berat," ucapnya.
"Kami kudu memastikan tidak ada satu pun pemain nan tertunduk lesu, agar mereka tidak terus berada dalam kondisi mental nan buruk. Namun, saya tidak terlalu cemas perihal itu bakal terjadi."
Meski menelan kekalahan besar, Advocaat nan sempat menyeka air mata sebelum sepak mula mengaku terhibur oleh atmosfer luar biasa di stadion. "Pemandangan kebahagiaan nan dahsyat di tribun penonton" ditunjukkan oleh para pendukung mereka nan dikenal dengan julukan 'Blue Wave'.
"Apa nan kami capai dengan lolos ke putaran final ini sudah sangat luar biasa," tuturnya. "Dan kita kudu menyadari perihal itu. nan perlu kami lakukan sekarang hanyalah menunjukkan keahlian terbaik kami di sini."
Advocaat menambahkan, apalagi jika Curacao kandas membikin kejutan di sisa laga fase grup, di mana mereka juga bakal menghadapi Pantai Gading di laga pamungkas,"kami bakal tetap senang lantaran telah berkompetisi di arena terbesar di bumi ini." (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·