Cuma di RI, Tak Ada di Dunia yang Gunakan BBM Solar Campur Sawit 50%

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa Indonesia bakal menjadi negara pertama di bumi nan mengimplementasikan bahan bakar biodiesel 50% alias B50. Artinya, Indonesia adalah negara satu-satunya nan berani menerapkan pencampuran bahan bakar nabati dengan kadar setinggi itu untuk beragam sektor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah mempercepat rangkaian uji jalan (road test) campuran solar dengan B50.

"Ini adalah contoh nan sangat bagus, ini adalah nan pertama di dunia. Tidak ada negara nan menggunakan 50% biodiesel untuk dicampur ke dalam solar," jelas Eniya dalam aktivitas The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Senin (25/5/2026).

Pemerintah saat ini sedang melakukan uji coba nan mencakup enam sektor secara serentak untuk memastikan kesiapan prasarana dan kecocokan mesin. Sektor-sektor tersebut meliputi otomotif, perangkat mesin pertanian, transportasi laut, perangkat berat pertambangan, perkeretaapian, hingga operasional pembangkit listrik.

"Jadi sekarang kita sedang melakukan uji jalan di enam sektor; otomotif, pertanian, mesin pabrik, transportasi maritim, dan juga perangkat berat pertambangan, kereta api, serta pembangkit listrik," tambahnya.

Implementasi mandatori B50 ini ditargetkan mulai bertindak pada Juli 2026 mendatang, meningkat dari program B40 nan saat ini tengah berjalan. "Kabar baiknya adalah IMO sekarang menerima biodiesel ini sebagai perangkat nan dapat kita gunakan untuk mengurangi emisi," tandasnya.

Berdasarkan info Kementerian ESDM, penerapan program B50 nan ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan sasaran penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter alias sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.

Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan pengedaran di beragam wilayah.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti perangkat berat dan perkeretaapian bakal selesai berjenjang hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara nan menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian daya nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News