Cucun Ajak Santri Kenali Peran DPR & Berani Bermimpi Jadi Pemimpin Bangsa

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal membujuk para santri SMP Habibi Bina Cendikia memahami peran dan kegunaan DPR RI sekaligus berani bermimpi menjadi pemimpin bangsa. Ia mengungkapkan latar belakang pendidikan pesantren bukan menjadi penghalang untuk berkontribusi dan berkedudukan dalam pembangunan nasional.

Cucun juga menyambut para santri sebagai bagian dari generasi penerus nan perlu mengenal secara langsung gimana lembaga perwakilan rakyat bekerja.

"Selamat datang di rumah rakyat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Cucun saat menerima kunjungan edukasi parlemen santri SMP Habibi Bina Cendikia dari Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Di hadapan para santri, Cucun menjelaskan DPR merupakan lembaga nan terdiri atas wakil rakyat nan dipilih melalui pemilihan umum. Ia mengibaratkan kegunaan DPR dengan organisasi santri di lingkungan pesantren nan bekerja menampung aspirasi dan mengurus kepentingan bersama, tetapi dalam lingkup nan jauh lebih besar.

"Yang kami urus bukan satu pondok, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Dan nan memilih kami bukan pengurus, tetapi rakyat langsung lewat pemilu," jelasnya.

Cucun juga memperkenalkan tiga kegunaan utama DPR RI kepada para santri, ialah legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia mengibaratkan kegunaan legislasi seperti tata tertib di pesantren nan menjadi patokan bersama.

Di sisi lain, kegunaan anggaran berangkaian dengan pembahasan dan persetujuan penggunaan duit negara melalui APBN. Adapun kegunaan pengawasan, lanjut Cucun, dilakukan untuk memastikan beragam kebijakan dan anggaran nan telah ditetapkan betul-betul dilaksanakan dan memberikan faedah kepada masyarakat.

"Jadi ingat tiga kata ini: membikin aturan, mengatur uang, mengawasi. Kalau ada nan tanya tugas DPR, kalian sudah bisa jawab," imbuhnya.

Cucun juga memberikan contoh konkret mengenai keberadaan pesantren dalam kebijakan negara melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Menurutnya, kehadiran izin tersebut menunjukkan pengakuan negara terhadap pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Ia menegaskan para santri berkesempatan sama dengan pelajar lainnya untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa. Karena itu, dia mendorong para santri tidak merasa minder dengan latar belakang pendidikan pesantren.

"Kalian bukan siswa kelas dua. Di mata negara, kalian setara dengan pelajar mana pun," tegasnya.

Dalam sambutannya, Cucun juga mengingatkan para santri agar bijak menggunakan teknologi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan beragam faedah sekaligus tantangan, mulai dari penyebaran buletin bohong hingga praktik gambling daring dan pinjaman daring nan dapat menyasar generasi muda.

Ia juga mendorong para santri menjadi pengguna teknologi nan pandai dan tetap berpegang pada nilai kepercayaan serta akhlak.

"Jadilah pengguna HP nan pandai dan berakhlak. Pakai untuk belajar, untuk berkarya, untuk kebaikan. Jangan sampai jempol kita nan mengetik, tetapi menyakiti orang lain," pesannya.

Di akhir sambutannya, Cucun berpesan agar para santri giat belajar, menjaga akhlak, dan berani mempunyai cita-cita tinggi. Ia menegaskan santri perlu menguasai pengetahuan kepercayaan sekaligus pengetahuan pengetahuan dan teknologi agar bisa menghadapi perkembangan zaman.

"Siapa tahu, sepuluh alias lima belas tahun lagi, salah satu dari kalian nan duduk di ruangan ini justru kembali ke sini. Bukan sebagai tamu, tetapi sebagai personil DPR. Bukan perihal nan mustahil. nan krusial mulainya dari sekarang, dari bangku SMP ini," pungkasnya.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News