Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca panas ekstrem yang melanda Surabaya berkapak pada perjalanan ekspedisi hewan ternak. Sebuah truk pengangkut ayam pangkas dari Magelang, Yogyakarta, tujuan Pasar Pabean, Surabaya, mengalami musibah lantaran banyak ayam bawaannya meninggal kepanasan di tengah perjalanan, Rabu (21/10).
Karena kehabisan bekal air, pengemudi truk akhirnya berinisiatif mendatangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Pasar Turi, Surabaya. Ia meminta support petugas untuk mengguyur kendaraannya demi menyelamatkan sisa ayam nan tetap hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sekitar pukul 10.00 WIB, ada truk mengangkut ayam pangkas lewat. Informasinya, itu ayamnya banyak nan meninggal kepanasan," kata Kepala Bidang DPKP Surabaya M Rokhim saat dikonfirmasi.
Rokhim menjelaskan, pemilik truk awalnya mengandalkan tiga jeriken air untuk mendinginkan ayam di bak belakang, namun persediaan tersebut lenyap di jalan. Pengemudi nan kebetulan baru keluar dari jalan tol itu lantas memandang pos pemadam kebakaran dan memutuskan mampir ke instansi pemadam.
"Dia pas lewat terus mampir ke Pos (Pasar Turi), itu satu arah, kan, mungkin dari exit Tol Dupak. Tadi, informasinya teman-teman mau ke Pasar Pabean dari Magelang," ucapnya.
Merespons kehadiran truk, petugas damkar langsung melakukan penyiraman. Setelah diguyur air selama beberapa menit dan suhu ayam dirasa sudah cukup stabil, pengemudi truk pun pamit meninggalkan letak untuk melanjutkan perjalanan ke pasar.
"Cuman, sejenak tadi menyiramnya sekitar 15 menitan enggak sampai. Ayamnya nan meninggal ya tetap di truknya situ, iya (masih dibawa)," ujarnya.
Insiden ini merupakan salah satu akibat tingginya suhu di musim tandus saat ini. Merespons cuaca terik dalam beberapa hari terakhir, DPKP Surabaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membakar sampah sembarangan di ruang terbuka.
"Memang, cuacanya panas sekali ya, angan kami penduduk jangan bakar sampah soalnya rawan merembet. Hari ini saja lahan kosong ada jika lima kali sampai pukul 12.00 WIB," pungkasnya.
Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan suhu udara di wilayah Jawa Timur pada Rabu (21/10), menyentuh nomor ekstrem dengan titik maksimal mencapai 39 derajat celcius dan titik terendah 13 derajat celcius.
Tingkat kelembapan udara berada di kisaran 25 hingga 100 persen dengan angin nan berembus dari arah utara berkecepatan 5 hingga 42 kilometer per jam. BMKG memprediksi terjadinya kabut asap pada rentang waktu siang hingga sore hari.
(frd/wis)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·