COO Borneo Indobara Ungkap Keuntungan Penggunaan EV di Sektor Tambang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer PT Borneo Indobara (BIB) Raden Utoro mengungkap untung menggunakan Electric Vehicles(EV) di sektor tambang. Menurutnya, selain bisa meningkatkan produktivitas, penggunaan EV di wilayah pertambangan lebih efisiensi dibandingkan dengan kendaraan berbasis fosil.

"Regulasi tetap menjadi masalah utama. Namun selama nan kami jalani, saat prasarana sudah disiapkan, EV itu tidak ada masalah mesin dan transmisi, hanya batrei nan kudu dibersihkan sehingga maintenance cost juga berkurang dan produktivitas naik," jelas dia dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 dengan tema "The Future of EV's in Mining Industry: Between Efficiency and High Investment" di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Meski begitu, Utoro menjelaskan tetap banyak pengusaha tambang belum beranjak ke EV lantaran modal investasi awal nan kudu dikeluarkan cukup besar dan performanya juga belum terbukti. Menurutnya pengusaha tentu saja kudu berbilang soal nilai shopping modal (capital expenditure/ capex).

"Capex ini berangkaian dengan izin dan kepercayaan, sayangnya kepercayaan EV di sektor tambang belum 100%. Industri ini baru mulai bertumbuh dan secara finansial untuk pendanaan ke perbankan belum diterima seperti untuk kendaraan konvensional," rinci Utoro.

Di sisi lain, dengan makin massifnya rumor pemanasan dunia perubahan ke EV demi mengurangi emisi makin tidak terelakan. Utoro mencontohkan di BIB selama beberapa tahun setelah penggunaan EV, pihaknya sukses mengurangi emisi hingga 20%. Oleh lantaran itu, BIB mempunyai sasaran emisi nol pada 2028.

Dari sisi penggunaan bahan bakar, setiap tahun sebelum menggunakan EV, BIB membakar 9 juta ton, namun dengan EV bisa berkurang hingga 75% tersita 1 juta ton saja.

Pada sisi cost untuk bahan bakar, Utoro juga mengatakan dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) lantaran kondisi dunia nan tidak menentu. Utoro merinci bahwa kenaikan BBM dalam 10 tahun terakhir mencapai 600% dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan, meski perang berhujung menurutnya, selama pengusaha tambang tidak beranjak dari BBM makin tidak ekonomis.

"Penggunaan EV seperti membunuh dua burung dengan satu peluru, emisi berkurang dan ongkos produksi sekaligus," tegas Utoro.

Di sisi lain, Utoro menjelaskan bahwa proses perubahan penggunaan perangkat konvensional ke EV bukanlah perihal nan instan, apalagi pada proses migrasi. Namun BIB memastikan standar nan jelas, perangkat nan terbaru, dengan nilai nan bersaing.

Dia menyebut idealnya pengisian daya kurang dari satu jam, apalagi dengan teknologi terbaru hanya 20 menit. Ke depan, menurut Utoro bakal makin baik dengan generasi terbaru.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News