Como Torehkan Kemenangan Bersejarah di Liga Champions, Fabregas tak Ingin Terbuai

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Como Torehkan Kemenangan Bersejarah di Liga Champions, Fabregas tak Ingin Terbuai Selebrasi pemain COMO 1907 saat melawan RB Leipzig di Stadion Sinigaglia, Jumat (11/9) awal hari WIB(COMO 1907)

COMO 1907 mencatat sejarah dengan mengawali debut di Liga Champions melalui kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig di Stadion Sinigaglia, Jumat (11/9) awal hari WIB. Meski demikian, sang pembimbing Cesc Fabregas meminta anak asuhnya tidak berlama-lama menikmati hasil tersebut.

Fabregas mengakui kemenangan itu menjadi sejarah bagi Como dan masyarakat kota lantaran untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Como tampil di kasta tertinggi Eropa sekaligus langsung mencatatkan hasil positif. Namun, Fabregas menegaskan Serie A tetap menjadi prioritas lantaran kejuaraan domestik merupakan jalan utama untuk kembali tampil di Liga Champions pada masa mendatang.

"Saya tentu memahami ini merupakan malam berhistoris bagi kota dan klub. Ini adalah bingkisan nan kami dapatkan setelah kerja luar biasa musim lalu. Namun, Serie A tetap menjadi sasaran paling penting. Bagaimanapun, Serie A nan memungkinkan kami kembali ke Liga Champions," kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.

Kemenangan atas Leipzig menjadi awal sempurna dalam petualangan pertama Como di Liga Champikns. Empat gol tuan rumah seluruhnya dicetak pemain nan menjadi bagian dari skuad musim lampau dan ikut mengantarkan Como mendapatkan kesempatan tampil di Eropa.

Martin Baturina, Tasos Douvikas, dan Assane Diao mencetak gol pada babak pertama. Sementara itu, Maxi Perrone nan masuk sebagai pemain pengganti turut menyumbang gol untuk melengkapi pesta tuan rumah.

Leipzig hanya bisa membalas melalui Andrija Maksimovic. Hasil tersebut membikin Como menjadi satu-satunya wakil Italia nan meraih kemenangan pada matchday pertama Liga Champions.

Meski demikian, Fabregas langsung mengingatkan timnya tantangan berikutnya sudah menunggu. Como dijadwalkan menghadapi Parma di Serie A.

"Kami adalah tim muda nan mendapatkan dorongan besar dari daya Liga Champions. Namun, saya bakal sangat marah jika setelah ini kami tidak memberikan segalanya di Serie A. Kami kudu tetap rendah hati dan bisa tampil setiap tiga hari. Musim ini bakal sangat berat dan kami kudu menjaga mentalitas nan tepat," tegas Fabregas.

Kemenangan atas Leipzig juga memperpanjang tren positif Como. Klub tersebut sekarang membukukan tiga kemenangan beruntun setelah sebelumnya menundukkan Napoli dan Genoa di Serie A.

Fabregas menunjukkan elastisitas dalam mengelola pertandingan. Pada dua laga terakhir, dia beberapa kali mengubah susunan menjadi lima pemain memperkuat sekitar menit ke-60 untuk mengendalikan permainan.

Menurut Fabregas, tim nan mau berkembang menjadi kesebelasan dominan tidak hanya dituntut menyerang tetapi juga bisa mengontrol serta beradaptasi di beragam fase pertandingan.

"Setelah unggul 3-0, Leipzig mengubah sistem dan mulai membangun serangan dengan tiga pemain plus satu di belakang. Mereka juga lebih banyak menyerang melalui sisi lapangan dan bermain lebih mengandalkan kekuatan fisik. Kami mulai lelah, sehingga saya memilih untuk lebih mengontrol situasi," jelasnya.

Perjalanan Como berbareng Fabregas menjadi salah satu kisah menarik dalam perkembangan klub tersebut. Ketika Fabregas mulai menangani tim pada Desember 2023, Como tetap berada di posisi keenam Serie B.

Setelah sukses promosi ke Serie A, klub milik konglomerasi Indonesia Grup Djarum itu kemudian memperkuat skuad secara garang pada bursa transfer. Investasi tersebut sekarang mulai menunjukkan hasil, termasuk ketika mereka tampil impresif dalam debut berhistoris di Liga Champions.

(P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia