Debut berhistoris Como di Liga Champions berhujung manis usai melibas RB Leipzig 4-1 di Stadio Sinigaglia lewat tindakan gemilang Baturina dan Nico Paz.(AFP)
COMO menandai penampilan perdana mereka di panggung Liga Champions dengan catatan manis. I Lariani tampil memukau saat melibas wakil Jerman, RB Leipzig, dengan skor telak 4-1 di Stadion Sinigaglia. Gol-gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone.
Laga ini menjadi momen nan sangat berhistoris bagi klub. Como belum pernah berperan-serta dalam turnamen resmi UEFA sepanjang sejarah mereka, apalagi tampil di kejuaraan tertinggi seperti Liga Champions. Renovasi besar-besaran apalagi dilakukan pada Stadio Sinigaglia sepanjang musim panas lampau demi memenuhi kualifikasi standar UEFA untuk menggelar pertandingan krusial ini.
Pada laga ini, Como tidak mencantumkan Maxence Caqueret, Edoardo Goldaniga, dan Jayden Addai dalam skuad UEFA mereka. Sementara itu, rekrutan anyar Moise Kean nan diboyong dari Fiorentina pada tenggat transfer kudu memulai laga dari bangku cadangan. Di kubu tim tamu, RB Leipzig tampil tanpa Christoph Baumgartner, Viggo Gebel, Rocco Reitz, Abdoul Koné, dan Leopold Zingerle, meski telah kembali diperkuat Brajan Gruda, Castello Lukeba, dan Romulo.
Dominasi Tuan Rumah dan Gol Bersejarah
Sejak peluit pertama dibunyikan, Como langsung tampil menekan. Peluang emas didapat saat kiper Leipzig, Maarten Vandevoort, kudu melakukan pengamanan dobel atas tembakan Tasos Douvikas dan bola muntah Nico Paz.
Stadio Sinigaglia gemuruh pada pertengahan babak pertama saat Como mencetak gol perdana mereka di Liga Champions. Berawal dari pergerakan Martin Baturina, bola umpan silang Douvikas sempat dipotong lini pertahanan lawan. Namun, Baturina nan berada di posisi tepat sukses menguasai bola kembali, mengelabui bek musuh dengan satu kecoh manis, lampau melepaskan tembakan terukur dari jarak 12 yard.
Leipzig merespons lewat tindakan Antonio Nusa dan tembakan melengkung Andrija Maksimovic, tetapi kiper Como, Jean Butez, tampil sigap mengamankan gawangnya. Asyik menyerang, Leipzig justru kembali kebobolan. Umpan terobosan ciamik dari Baturina dari area pertahanannya sendiri sukses membebaskan Douvikas dari perangkap offside. Penyerang tersebut sukses menahan kawalan Castello Lukeba sebelum melepaskan tembakan keras nan memperlebar kelebihan Como menjadi 2-0 hingga turun minum.
Serangan Balik Mematikan
Memasuki babak kedua, Leipzig mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, skema serangan kembali sigap Como kembali menyantap korban. Nico Paz mengirimkan umpan matang kepada Assane Diao di sisi kanan. Saat barisan pertahanan Leipzig menduga Diao bakal melepaskan umpan silang, dia justru mengejutkan semua orang dengan menembak langsung dari perspektif sempit nan menghujam deras ke dalam gawang.
Leipzig sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Memanfaat kesalahan umpan Nico Paz di area pertahanan sendiri, Christopher Nkunku merebut bola dan memberikan umpan kepada Maksimovic nan diselesaikan dengan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Tim tamu terus berupaya menekan dan sempat menakut-nakuti lewat sundulan Ezechiel Banzuzi serta sepakan Ridle Baku nan menyapu tiang gawang. Moise Kean nan masuk di babak kedua sempat memberi ancaman saat mencuri bola dari Neil El Aynaoui, meski kesempatan Nico Paz tetap melenceng.
Pesta kemenangan Como akhirnya ditutup secara sempurna pada menit terakhir pertandingan. Berawal dari kerja sama apik antara Nico Paz dan Moise Kean, Paz mengirimkan umpan terobosan jeli nan diselesaikan dengan dingin oleh Maxi Perrone lewat sepakan kaki kirinya untuk menaklukkan kiper Leipzig. Skor 4-1 memperkuat hingga laga usai. (Football-Italia/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·